- United bingung nasib ratusan kursi full-flat yang tak cocok di pesawat lain.
- Sertifikasi Boeing 737 MAX 10 molor lebih dari enam tahun.
- United punya 167 MAX 10 dan baru berharap menerima unit pertama pada 2027.
Suara.com - Penundaan sertifikasi Boeing 737 MAX 10 ternyata bukan hanya menjadi masalah bagi produsen pesawat asal Amerika Serikat, Boeing. United Airlines kini ikut dibuat pusing karena ratusan kursi premium yang telah dipesan sejak bertahun-tahun lalu terancam tidak terpakai.
Kursi tersebut dirancang sebagai full-flat seat, yang memungkinkan penumpang merebahkan kursi hingga menjadi tempat tidur. Masalahnya, ukuran kursi tersebut tidak cocok dipasang di armada pesawat lain.
CEO United Airlines Scott Kirby mengakui maskapainya kini menghadapi dilema terkait nasib kursi-kursi premium tersebut.
"Kami punya banyak kursi yang bisa direbahkan sepenuhnya, dan kami tidak tahu harus berbuat apa dengan kursi-kursi itu. Kursi-kursi itu tidak muat di pesawat lain," kata Kirby dalam wawancara di Bandara Internasional Newark Liberty, New Jersey, seperti dilansir CNBC, Rabu (26/8/2026).
Masalah ini berawal dari rencana besar United yang diumumkan sejak Agustus 2018. Kala itu, Kirby yang masih menjabat sebagai presiden United mengungkapkan rencana menghadirkan kursi premium full-flat di sejumlah rute transkontinental melalui Boeing 737 MAX 10.
Pesawat tersebut semula dijadwalkan mulai beroperasi pada 2020. Namun, hingga kini sertifikasinya belum juga rampung dan jadwal penerbangan komersialnya mundur jauh dari target awal.
Penundaan tersebut membuat rencana interior premium United ikut terkatung-katung. Padahal, perusahaan telah menyiapkan kursi khusus yang desain dan ukurannya dibuat untuk MAX 10.
Boeing 737 MAX 10 merupakan varian terbesar dalam keluarga 737 MAX. Proses sertifikasinya mengalami hambatan, salah satunya terkait kebutuhan mendesain ulang sistem anti-pembekuan pesawat.
Di saat yang sama, Boeing masih berada di bawah pengawasan ketat regulator dan industri penerbangan setelah menghadapi serangkaian persoalan keselamatan dan manufaktur dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan laporan keuangan triwulanan terbaru, United telah memesan 167 unit Boeing 737 MAX 10. Maskapai tersebut memperkirakan pengiriman pesawat pertamanya baru dapat dilakukan pada musim panas 2027.
Artinya, United masih harus menunggu hampir satu tahun lagi sebelum dapat memastikan kapan pesawat tersebut benar-benar masuk ke dalam armadanya.
Persoalannya, United tidak bisa begitu saja memindahkan desain interior MAX 10 ke varian MAX lainnya. Perbedaan dimensi dan persyaratan pesawat membuat desain kabin harus disesuaikan.
Boeing sendiri baru mendapatkan persetujuan untuk varian terkecil keluarga tersebut, 737 MAX 7, pada awal Agustus 2026. Southwest Airlines sebagai salah satu pelanggan besarnya berharap dapat mulai menerbangkan MAX 7 pada paruh pertama 2027.
Sembari menunggu kepastian MAX 10, United memilih mengambil langkah lain. Sebagian strategi kursi premium yang semula disiapkan untuk MAX 10 dialihkan ke pesawat Airbus A321neo yang sudah beroperasi.
Beberapa A321neo United kini telah mendapatkan konfigurasi baru dengan 20 suite Polaris, kursi ekonomi premium, serta kursi-kursi baru lainnya.
Pesawat tersebut bahkan diberi nama khusus "Coastliner" dan diproyeksikan melayani rute-rute transkontinental yang memiliki potensi menghasilkan pendapatan tinggi.
Fika Nur Rizki