Koalisi Ojol Nasional Tegaskan Tak Ikut Demo 27 Agustus: Driver Harus Waspadai Hoaks

Rabu, 26 Agustus 2026 | 21:23 WIB
Koalisi Ojol Nasional menegaskan sikap tidak ikut aksi demo Kamis 27 Agustus 2026. Hal itu dideklarasikan dalam acara “Ngopi Bareng Ojol Surabaya Raya” yang digelar di Sidoarjo, Rabu (26/8/2026).
  • Koalisi Ojol Nasional menegaskan bahwa seluruh anggotanya tidak akan ikut serta dalam aksi demonstrasi pada Kamis, 27 Agustus 2026.
  • Ketua Presidium KON Andi Kristiyanto bersama Sekjen Juwel Safriko Hutasoit menyampaikan imbauan tersebut dalam acara di Sidoarjo pada Rabu, 26 Agustus 2026.
  • Para pengemudi dari Surabaya, Sidoarjo, dan Pasuruan sepakat menjaga kondusivitas wilayah serta mempertahankan kemitraan dengan regulasi tarif yang adil.

Suara.com - Koalisi Ojol Nasional menegaskan tidak terlibat dalam aksi demonstrasi pada hari Kamis (27/8) besok. Sikap itu berlaku bagi cabang-cabang organisasinya di daerah.

Hal ini mengemuka dalam kegiatan bertajuk “Ngopi Bareng Ojol Surabaya Raya” yang digelar di Sidoarjo, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan yang dihadiri oleh ratusan pengemudi dari wilayah Sidoarjo, Surabaya, dan Pasuruan ini dipimpin langsung oleh Andi Kristiyanto selaku Ketua Presidium KON.

Sekjen Koalisi Ojol Nasional, Juwel Safriko Hutasoit yang akrab disapa Papa Deon, memberikan imbauan khusus kepada rekan-rekan sesama pengemudi.

Ia menegaskan, pihaknya memilih untuk tidak turun ke jalan pada tanggal 27 Agustus mendatang dan meminta para mitra ojol untuk lebih selektif dalam mencerna informasi.

“Diharapkan, kawan-kawan ojol tak mudah terpancing provokasi ataupun informasi hoaks. Itu bisa merugikan kita sendiri sebagai ojol. Sebaliknya, kawan-kawan ojol diharap bisa menjaga persatuan dan kondusivitas di wilayah masing-masing," kata dia.

Papa Deon menekankan, saat ini banyak beredar berita bohong atau hoaks di berbagai grup komunikasi ojol yang memicu keresahan.

Oleh karena itu, setiap informasi yang masuk perlu disikapi secara bijak dan dilakukan konfirmasi kebenarannya terlebih dahulu agar para pengemudi tidak mengambil keputusan yang salah hanya berdasarkan informasi yang tidak jelas sumbernya.

Selain membahas soal rencana aksi, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk memberikan edukasi mengenai status kemitraan.

Menanggapi imbauan dari pengurus pusat KON, para pengemudi ojol yang hadir dari Surabaya, Sidoarjo, dan Pasuruan menyatakan sikap bersama untuk menjaga kondusivitas kota masing-masing.

Mereka berkomitmen untuk tetap beroperasi seperti biasa dan mengedepankan jalur komunikasi yang sehat daripada tindakan yang berpotensi memicu konflik di lapangan.

Menariknya, dalam dialog tersebut, para pengemudi juga menyuarakan aspirasi mengenai masa depan profesi mereka.

Sebagian besar mitra tetap menginginkan agar skema "kemitraan" dengan aplikator dipertahankan.

Namun, mereka menuntut adanya kepastian regulasi yang memberikan rasa keadilan, terutama terkait kebijakan tarif dan perlindungan kerja.

Aspirasi ini menjadi poin penting bagi KON untuk diperjuangkan ke tingkat yang lebih tinggi tanpa harus melalui aksi yang merugikan pelayanan publik.

Pertemuan di Sidoarjo ini pun diakhiri dengan kesepakatan bersama untuk terus menyaring setiap informasi yang beredar di media sosial dan memastikan bahwa keamanan wilayah Surabaya Raya tetap terjaga menjelang akhir Agustus ini.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com