- Commuter Line Rangkasbitung sempat tertahan akibat kerumunan di jalur rel.
- Perjalanan Tanah Abang-Rangkasbitung berpotensi mengalami keterlambatan.
- Gangguan kereta dapat berdampak pada mobilitas pekerja Jabodetabek.
Suara.com - Perjalanan Commuter Line lintas Rangkasbitung-Tanah Abang mengalami perubahan pola operasi pada Jumat (28/8/2026) pagi. Gangguan tersebut terjadi setelah ditemukan kerumunan warga di sekitar jalur rel yang menghubungkan Stasiun Tanah Abang dan Palmerah.
Kondisi ini bukan sekadar mengubah jadwal perjalanan kereta, tetapi juga berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat yang menggantungkan aktivitas hariannya pada transportasi rel, khususnya pekerja dari wilayah Tangerang dan Banten yang menuju pusat kegiatan ekonomi Jakarta.
KAI Commuter terpaksa melakukan rekayasa perjalanan. Kereta Commuter Line Rangkasbitung tujuan Tanah Abang hanya melayani perjalanan hingga Stasiun Palmerah sebelum kembali menuju Rangkasbitung.
Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan mengatakan, pengaturan tersebut dilakukan untuk memastikan perjalanan tetap aman di tengah adanya kerumunan massa di sekitar jalur rel, tepatnya di JPL 41 lintas Stasiun Tanah Abang-Palmerah.
“Pagi perjalanan Commuter Line dari Tanah Abang sempat tertahan,” kata Leza dalam keterangan tertulisnya, Jumat (28/8/2026).
Menurut Leza, sejak sekitar pukul 05.30 WIB, perjalanan Commuter Line Rangkasbitung tujuan Tanah Abang maupun arah sebaliknya untuk sementara menunggu kondisi di sekitar JPL 41 dinyatakan aman.
Sekitar pukul 06.00 WIB, kondisi di lokasi mulai kondusif. Dua menit kemudian, perjalanan Commuter Line dari Stasiun Tanah Abang sudah dapat kembali melintasi area tersebut.
Meski demikian, KAI Commuter masih mewaspadai potensi gangguan perjalanan lantaran kerumunan massa disebut masih berada di sekitar Stasiun Palmerah dan Stasiun Tanah Abang.
“Melihat masih adanya kerumunan massa di sekitar Stasiun Palmerah dan Stasiun Tanah Abang, berpotensi adanya keterlambatan dan rekayasa pola operasi yang akan dilakukan untuk perjalanan Commuter Line Tanah Abang-Rangkasbitung,” jelas Leza.
Bagi perekonomian kawasan Jabodetabek, kondisi tersebut menjadi perhatian karena Commuter Line merupakan salah satu moda utama yang menghubungkan kawasan penyangga dengan pusat aktivitas ekonomi Jakarta. Gangguan pada jam sibuk berpotensi membuat perjalanan pekerja menjadi lebih panjang dan menimbulkan efek berantai terhadap aktivitas perkantoran maupun sektor jasa.
KAI Commuter pun mengimbau penumpang untuk mengutamakan keselamatan dan mengikuti arahan petugas selama berada di stasiun maupun saat menggunakan layanan Commuter Line.
Penumpang juga diminta memantau perkembangan perjalanan melalui kanal resmi KAI Commuter, aplikasi C-Access, akun media sosial resmi @commuterline, maupun call center 121.