Cuan dari Emas, Laba Bersih ANTAM Tembus Rp6,91 Triliun di Semester I/2026

Minggu, 30 Agustus 2026 | 17:38 WIB
Emas batangan yang diproduksi PT Antam. [Suara.com/Alfian Winanto]
  • PT Aneka Tambang Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp6,91 triliun pada semester I 2026.
  • Produk emas menjadi kontributor terbesar penjualan ANTM dengan nilai mencapai Rp50,39 triliun pada periode tersebut.
  • Direktur Utama Untung Budiharto menyatakan peningkatan kinerja didukung oleh penguatan operasional di Jakarta pada Minggu.

Suara.com - PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) mencatatkan laba bersih sebesar Rp6,91 triliun pada semester I/2026. Laba bersih itu meningkat 34 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan laba tersebut juga diikuti dengan peningkatan EBITDA. Pada semester I 2026, EBITDA ANTM mencapai Rp9,62 triliun, naik 35 persen dibandingkan Rp7,11 triliun pada semester I 2025.

Dari sisi profitabilitas, laba kotor ANTM tercatat sebesar Rp10,85 triliun atau tumbuh 32 persen dari Rp8,24 triliun pada semester I 2025.

Sementara itu, laba usaha mencapai Rp8,44 triliun, meningkat 38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,14 triliun.

Ilustrasi Antam. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/Spt/am.

Direktur Utama ANTM Untung Budiharto mengatakan peningkatan kinerja tersebut ditopang penguatan operasional.

“Pada 1H26 Perusahaan mampu mempertahankan kinerja keuangan yang positif, didukung oleh penguatan kinerja operasional serta penerapan disiplin pengelolaan modal kerja, arus kas, dan likuiditas secara konsisten," ujarnya di Jakarta, Minggu (30/8/2026).

Selain mencatat pertumbuhan laba, ANTM juga membukukan peningkatan penjualan bersih. Pada semester I 2026, penjualan bersih mencapai Rp62,71 triliun, naik 6 persen dibandingkan Rp59,02 triliun pada semester I 2025.

Produk emas masih menjadi kontributor terbesar penjualan ANTM dengan porsi sekitar 80 persen. Penjualan emas mencapai Rp50,39 triliun, naik 1 persen dibandingkan Rp49,68 triliun pada semester I 2025.

Sementara itu, segmen nikel memberikan kontribusi sebesar 17 persen atau Rp10,41 triliun terhadap total penjualan. Angka tersebut meningkat 32 persen dibandingkan Rp7,87 triliun pada semester I 2025.

Dari sisi neraca, total aset ANTM juga meningkat 27 persen menjadi Rp61,27 triliun pada semester I 2026, dari Rp48,38 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Ekuitas perseroan naik 14 persen menjadi Rp38,53 triliun dari Rp33,71 triliun. Sementara itu, posisi kas dan setara kas ANTM tercatat Rp9,23 triliun.

ANTM juga mencatat peningkatan aktivitas produksi sejumlah komoditas. Produksi bijih nikel mencapai 7,78 juta wet metric ton (wmt), dengan penjualan sebesar 6,77 juta wmt.

Produksi nikel dalam feronikel mencapai 7.788 ton nikel (TNi), sedangkan penjualan feronikel tumbuh 32 persen menjadi 7.605 TNi dari 5.763 TNi pada semester I 2025.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com