Skema Merger BUMN Karya Diubah, Pasangan Perusahaan Belum Ditentukan

Selasa, 01 September 2026 | 15:48 WIB
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria. [Suara.com/Achmad Fauzi].
  • COO Danantara Indonesia Dony Oskaria menyatakan bahwa rencana merger tujuh BUMN Karya mengalami perubahan skema.
  • Konsolidasi perusahaan konstruksi tersebut akan dilaksanakan pada tahun ini setelah seluruh kinerja keuangannya dinilai sehat.
  • Restrukturisasi di Jakarta ini bertujuan membangun sektor konstruksi nasional yang lebih sehat dan transparan.

Suara.com - COO Danantara Indonesia Dony Oskaria menyebut ada perubahan skema dalam konsolidasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya. Awalnya, beberapa BUMN telah dipasangkan untuk dilakukan merger, tapi rencana itu berubah

Dony menyebut, Danantara masih memilah siapa aja BUMN Karya yang akan dipasangkan untuk merger tersebut.

Saat ini terdapat tujuh BUMN Karya diantaranya, PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk
PT PP (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero), danPT Nindya Karya (Persero).

"Belum ditentukan juga (pasangan merger). Dan juga belum pasti Adhi Karya dan PTPP dan lain sebagainya," ujarnya seperti dikutip, Selasa (1/9/2026).

BPI Danantara. [Suara.com/Achmad Fauzi].

Menurut Dony, konsolidasi BUMN Karya ini akan terjadi jika memang semua kinerja keuangan perusahaan sudah dinilai sehat. Dengan begitu, antar perusahaan tidak akan menjadi satu beban dalam proses merger itu.

"Jadi kita akan lihat yang penting itu adalah akan terjadi konsolidasi., daripada perusahaan karya kita dalam rangka proses penyelamatan dan penyehatannya," ucapnya.

Dony memastikan, konsolidasi BUMN Karya ini akan dikebut pada tahun ini. Apalagi prosesnya sudah mulai berjalan dari awal tahun.

Sebelumnya, Ia memanggil satu-satu jajaran Direksi seluruh BUMN Karya untuk membahas langkah strategis dalam mempercepat transformasi dan penyehatan kinerja perusahaan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya BP BUMN bersama Danantara Indonesia dalam memperkuat restrukturisasi BUMN Karya, dengan tujuan membangun sektor konstruksi nasional yang lebih sehat, transparan, dan akuntabel.

"Transformasi tidak hanya berfokus pada aspek finansial, tetapi juga mencakup penguatan tata kelola, kepatuhan terhadap regulasi, serta penguatan transparansi. Melalui langkah ini, BUMN Karya diharapkan dapat menjadi lebih sehat, kredibel, dan memiliki daya saing yang kuat," ujar Dony di Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, ditegaskan pentingnya pembenahan laporan keuangan agar lebih realistis dan kredibel. Selain itu, peningkatan kepatuhan terhadap regulasi serta penguatan transparansi juga menjadi fokus utama dalam proses transformasi.

BP BUMN dan Danantara menilai bahwa perbaikan tata kelola menjadi kunci dalam membangun kembali kepercayaan para pemangku kepentingan terhadap BUMN Karya.

Upaya restrukturisasi ini dilakukan secara berkelanjutan dengan fokus pada penguatan fondasi bisnis perusahaan.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com