Surplus 3 Juta Ton, Apakah Harga Beras Sudah Terjangkau?

Sabtu, 05 September 2026 | 13:08 WIB
Ilustrasi pedagang beras di pasar tradisional. [Antara/Abdan Syakura/bar]
  • Menko Pangan Zulkifli Hasan meluncurkan buku Pangan Indonesia di IdeaFest 2026 pada 4 September 2026.
  • Buku tersebut membedah sembilan komoditas pangan strategis serta dampaknya terhadap gizi dan kualitas SDM.
  • Produksi beras nasional tahun 2025 mencapai 34 juta ton dengan konsumsi sebesar 31 juta ton.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan meluncurkan buku berjudul Pangan Indonesia: Dari Piring Sehat ke Manusia Unggul. 

Buku ini menyoroti rekam jejak serta peta jalan sektor pangan nasional melalui pembahasan sembilan komoditas strategis. Kesembilan komoditas tersebut meliputi beras, jagung, kedelai, daging ruminansia, daging ayam, ikan, telur, susu, hingga gula.

Pembahasan di dalamnya tidak sekadar berfokus pada dinamika produksi dan tingkat konsumsi masyarakat, melainkan meluas hingga dampaknya terhadap pemenuhan gizi serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Pangan adalah soal hidup. Tapi lebih dari itu, pangan adalah soal siapa kita sebagai bangsa,” ujar Zulkifli Hasan.

Zulkifli menyatakan bahwa pemenuhan sektor pangan merupakan komponen krusial dalam mewujudkan kemandirian nasional sekaligus mencetak SDM yang sehat dan produktif.

Menurutnya, berbagai capaian yang telah diraih sektor ini mesti dijadikan fondasi dasar untuk memperkuat agenda ketahanan pangan yang lebih luas di masa mendatang.

Salah satu data yang dipaparkan dalam buku tersebut adalah realisasi produksi beras nasional. Pada 2025, angka produksi beras mencatatkan volume sekitar 34 juta ton, sementara tingkat kebutuhan konsumsi nasional berada di angka sekitar 31 juta ton. Kesenjangan positif ini dinilai sebagai salah satu milestone penting bagi Indonesia dalam upaya menuju kedaulatan pangan.

Meski dengan produksi besar, harga beras masih mencapai Rp15.081 per kilogram secara nasional. Berdasarkan penelitian 'Determinasi Rasio Ketersediaan Beras di Indonesia dalam Perspektif Ketahanan Pangan Nasional' pada 2025, rata-rata harga beras nasional di Indonesia menunjukkan tren kenaikan dari tahun 2020 hingga 2025, terutama mengalami lonjakan berarti menjelang tahun 2023–2025 di berbagai lini distribusi. 

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan

Zulkifli mengklaim penguatan ekosistem pangan memerlukan sinergi lintas sektor secara menyeluruh, melibatkan petani, nelayan, pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat luas. Selain menjaga kontinuitas ketersediaan pasokan, edukasi publik mengenai keberagaman sumber pangan dan pemahaman nilai gizi juga menjadi fokus yang tidak kalah penting.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com