8 Bandara di Tutup Hari Ini Karena Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ini Daftarnya

Senin, 07 September 2026 | 11:15 WIB
Sejumlah calon penumpang berada di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (20/3/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
  • 8 bandara ditutup sementara hingga Senin pukul 18.00 WIB.
  • Penutupan diperpanjang karena erupsi Anak Krakatau dan abu vulkanik.
  • Kemenhub menunggu perkembangan BMKG sebelum membuka kembali bandara.

Suara.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperpanjang penutupan operasional delapan bandara yang terdampak aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Penutupan dilakukan demi memastikan keselamatan penerbangan di tengah kembali munculnya sebaran abu vulkanik.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, delapan bandara yang sebelumnya ditutup sementara masih belum dapat kembali beroperasi hingga Senin (7/9/2026) pukul 18.00 WIB.

"Pada pagi hari ini berdasarkan data yang kami miliki diperoleh dari BMKG, kami memutuskan bahwa untuk 8 bandara yang kemarin ditutup operasional sementara kami tutup, masih tetap kami tutup hingga pukul 18.00 WIB," kata Dudy di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Dudy mengatakan keputusan tersebut akan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau dan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kemenhub, lanjutnya, akan segera menyampaikan informasi terbaru apabila terdapat perubahan kondisi yang memungkinkan operasional penerbangan kembali dibuka.

"Apabila terjadi perubahan informasi yang kami peroleh dari BMKG, maka kami akan segera mengupdate kepada masyarakat dan juga rekan-rekan media," ujarnya.

Perpanjangan penutupan dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan penerbangan. Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada malam hari sehingga memunculkan sebaran abu vulkanik baru di sekitar wilayah terdampak.

Berdasarkan data BMKG, arah angin di sekitar Gunung Anak Krakatau berbeda pada setiap lapisan ketinggian. Pergerakan angin tercatat mulai dari timur ke tenggara, timur laut ke barat daya, hingga barat daya ke tenggara.

Kondisi tersebut membuat sebaran abu vulkanik berpotensi tertahan dan bergerak di sekitar wilayah bandara yang berada dalam area terdampak. Abu vulkanik menjadi salah satu risiko serius bagi penerbangan karena dapat mengganggu kinerja mesin pesawat dan visibilitas.

"Dari informasi sebut maka kami memutuskan bahwa terhadap kedelapan bandara tersebut, kami masih tetap menutup operasionalnya," kata Dudy.

Adapun delapan bandara yang operasionalnya masih ditutup sementara akibat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yakni:

1. Bandara Soekarno-Hatta
2. Bandara Halim Perdanakusuma
3. Bandara Radin Inten II Lampung
4. Bandara Husein Sastranegara
5. Bandara Budiarto Curug
6. Bandara Pondok Cabe
7. Bandara Taufik Kiemas
8. Bandara Atung Bungsu

Kemenhub menegaskan keputusan penutupan tersebut bersifat sementara dan dapat diperbarui mengikuti kondisi cuaca, arah sebaran abu vulkanik, serta rekomendasi dari BMKG.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com