- Distribusi B50 tembus 3,4 juta KL sejak Juli 2026.
- Sebanyak 28 dari 104 terminal masih transisi B40 ke B50.
- Pasokan FAME diproyeksi mencapai 16,8-18 juta KL hingga akhir tahun.
Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat distribusi biodiesel 50 persen atau B50 telah mencapai 3,4 juta kiloliter sejak diluncurkan pada 7 Juli 2026. Angka tersebut merupakan bagian dari total akumulasi serapan biodiesel nasional yang tercatat sebesar 10,69 juta kiloliter sejak awal tahun.
"Penyaluran bahan bakar nabati jenis B50 mencapai sekitar 3,4 juta kiloliter sejak Juli hingga 7 September 2026," kata Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi saat rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI di di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (8/9/2026).
Eniya menjelaskan, realisasi B50 tersebut merupakan bagian dari total akumulasi penyaluran biodiesel sepanjang 2026 yang telah mencapai 10,69 juta kiloliter. Sebelum peralihan ke B50 pada Juli, pemerintah mendistribusikan B40 pada periode Januari hingga Juni dengan total volume mencapai 7,273 juta kiloliter.
Dalam penyaluran B50 saat ini didukung oleh 76 dari total 104 titik serah yang ada di Indonesia. Sementara itu, 28 terminal sisanya masih menjalani proses transisi dari B40 ke B50.
"Status penyaluran B50 saat ini, per minggu ini, dari 104 total titik serah saat ini 76 lokasi titik serah sudah menyalurkan B50, tersisa 28 terminal dalam masa transisi," kata Eniya.
Pada tingkat penyalur eceran, data PT Patra Niaga mencatat sekitar 6.050 lokasi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) atau sekitar 90 persen telah mendistribusikan B50, sedangkan 362 lokasi lainnya masih dalam tahap transisi.
Pemerintah memproyeksikan distribusi biodiesel dapat berjalan lancar hingga akhir tahun. Ketersediaan fatty acid methyl ester (FAME) dari badan usaha bahan bakar nabati diperkirakan mencapai 16,8 juta hingga 18 juta kiloliter untuk memenuhi target nasional.
"Penyalurannya kita prediksi hingga Desember nanti akan bisa tersalurkan dengan baik," tutur Eniya