Harga Minyak Dunia Dekati 100 dolar AS per Barel setelah Amerika dan Iran Saling Serang

Rabu, 09 September 2026 | 12:14 WIB
Harga minyak dunia mendekati 100 dolar AS per barel pada 9 September 2026 akibat konflik di Timur Tengah. [Suara.com/Ilustrasi]
  • Harga minyak dunia mendekati 100 dolar AS per barel pada 9 September 2026 akibat konflik di Timur Tengah.
  • Amerika Serikat dan Iran terlibat aksi saling serang di kawasan tersebut yang memicu kekhawatiran global.
  • Eskalasi militer tersebut secara langsung mengancam pasokan serta jalur distribusi minyak mentah dunia.

Suara.com - Harga minyak dunia mendekati 100 dolar AS per barel pada Rabu (9/9/2026) setelah Amerika Serikat dan Iran kembali saling serang di Timur Tengah.

Harga minyak mentah Brent naik lebih dari 1 dolar AS menjadi 99,33 dolar AS per barel, sementara minyak mentah US West Texas  naik 1,4 persen menjadi 94,34 dolar per barel.

Kenaikan harga minyak ini terjadi dalam empat sesi beruntun. Harga minyak Brent telah melonjak 25 persen sejak Agustus setelah harapan damai di Timur Tengah perlahan memudar akibat pertempuran yang kembali berkobar di Timur Tengah.

AS dan Iran kembali saling serang pada Selasa. Kelompok milisi Houthi di Yaman yang disokong Iran menyerang beberapa kota Arab Saudi. Sementara Iran melancarkan serangan ke pangkalan militer AS di Yordania.

Militer AS sendiri pada Selasa mengumumkan telah menembak sekitar 4 kapal tanker minyak Iran di Selat Hormuz.

"Perkembangan terbaru ini memperkuat pandangan bahwa dibukanya kembali pembicaraan damai masih sangat jauh. Sementara itu pasar terus menaikkan biaya premi risiko," kata analis ING, sebuah perusahaan analis industri perminyakan internasional, dalam keterangan resminya seperti dilansir dari Reuters.

Aksi saling serang antara AS dan Iran ini semakin mengancam pasokan minyak dari Timur Tengah, yang sebelumnya sudah tertekan akibat perang sejak akhir Februari lalu yang turut mengincar infrastruktur pelayaran dan perminyakan.

Para analis mengatakan meski negara-negara Arab, termasuk Arab Saudi yang menjadi pemasok minyak besar dunia, sudah beradaptasi dengan memindahkan pengiriman minyak ke Laut Merah dari Selat Hormuz tapi serangan Houthi tetap bisa membuat Riyadh kesulitan mengekspor minyak mentah mereka ke pasar global.

"Serangan Iran terhadap fasilitas energi Saudi dan serangan AS terhadap lima kapal tanker Iran meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak dunia," kata analis OCBC.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com