- Pemerintah meluncurkan sistem perlindungan sosial digital berbasis kecerdasan buatan pada Oktober 2026 di Jakarta.
- Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan sistem baru ini bertujuan mencegah salah sasaran penyaluran bansos.
- Penyaluran bantuan sosial menggunakan sistem tersebut ditargetkan mulai berjalan pada kuartal pertama tahun 2027.
Suara.com - Pemerintah akan meluncurkan sistem perlindungan sosial (Perlinsos) digital berbasis kecerdasan buatan (AI) pada Oktober 2026.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, pengembangan sistem ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto kepadanya selaku Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah.
"Kemarin Presiden memberikan arahan kepada saya sebagai Ketua Komite untuk mempercepat prosesnya ini semua. Dan Presiden, kami tadi sudah rancang pada bulan Oktober, minggu ketiga, kita akan bisa roll out," kata Luhut saat menggelar konferensi pers di Kantor DEN, Jakarta pada Kamis (10/9/2026).
Luhut berharap sekitar 80 persen persiapan sistem tersebut dapat rampung tepat waktu sebelum diluncurkan Presiden Prabowo.
Meski mengakui penataan data desil penerima manfaat tidak mudah, ia optimistis berbagai kendala dapat teratasi.
Menurutnya, dengan sistem barun tersebut dapat menekan risiko salah sasaran, baik warga yang berhak namun belum terdata maupun penerima yang tidak sesuai kriteria.
Selain itu, melalui sistem tersebut penyaluran bansos akan langsung diberikan melalui akun bank. Sebagaimana arahan Presiden terkait pembuatan akun bank gratis yang akan menyasar 50 juta masyarakat miskin.
"Dengan begitu membawa keadilan. Ya, memberi keadilan kepada masyarakat kita. Masyarakat termiskin yang ada tadi 50 juta ya, 50 juta itu sudah pasti akan diberikan," kata Luhut.
Ditargetkan penyaluran bansos melalui sistem tersebut akan mulai berjalan pada kuartal satu 2027.
"Jadi tahun ini kita menyelesaikan semua data ini supaya lebih tertib," kata Luhut.