ANTAM Bangun Pabrik Logam Mulia 30 Ton di Gresik

Kamis, 10 September 2026 | 19:23 WIB
Logam Mulia buatan Emas Antam. (antamlogammulia)
  • ANTAM menyiapkan pembangunan fasilitas manufaktur Logam Mulia berkapasitas 30 ton per tahun di Gresik pada tahap prakonstruksi.
  • Bisnis emas menyumbang pendapatan sebesar Rp50,39 triliun dari total penjualan 18,1 ton pada semester I 2026.
  • ANTAM membukukan total pendapatan Rp62,71 triliun dan laba bersih Rp6,91 triliun sepanjang semester I 2026.

Suara.com - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau ANTAM menyiapkan pengembangan fasilitas manufaktur Logam Mulia di Gresik, Jawa Timur. Fasilitas tersebut diproyeksikan memiliki kapasitas sekitar 30 ton per tahun.

Rencana pembangunan fasilitas ini menjadi bagian dari strategi ANTAM memperkuat bisnis emas sekaligus meningkatkan kapasitas pengolahan dan manufaktur. Saat ini, proyek tersebut masih berada pada tahap prakonstruksi.

Pengembangan fasilitas manufaktur tersebut dilakukan ketika bisnis emas menjadi salah satu kontributor utama kinerja ANTAM pada semester I 2026.

ANTAM mencatat volume penjualan emas sekitar 18,1 ton sepanjang enam bulan pertama 2026. Dari bisnis emas, perusahaan membukukan pendapatan sekitar Rp50,39 triliun.

Kegiatan Penambangan PT Antam UBP Bauksit Tayan [Kementerian ESDM]

Secara keseluruhan, ANTAM membukukan pendapatan Rp62,71 triliun dan laba bersih Rp6,91 triliun pada semester I 2026.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko ANTAM, Arini Kasmira mengatakan, perusahaan akan terus mencermati perkembangan pasar emas dan menjaga fleksibilitas strategi bisnis.

"Kinerja bisnis emas memberikan kontribusi positif bagi ANTAM pada semester I 2026. Ke depan, kami akan terus mencermati dinamika pasar dan menjaga fleksibilitas strategi bisnis, termasuk melalui penguatan rantai pasok, kapabilitas pengolahan dan manufaktur, serta pengembangan pasar. Pada saat yang sama, ANTAM terus mengoptimalkan portofolio nikel dan bauksit untuk memperkuat diversifikasi bisnis Perseroan," ujar Arini dalam paparan publik live, Kamis (10/9/2026).

Selain menyiapkan fasilitas manufaktur baru, ANTAM menyebut penguatan bisnis emas dilakukan melalui sejumlah aspek, mulai dari pasokan bahan baku, kapabilitas pengolahan dan manufaktur, hingga akses pasar.

Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat rantai nilai bisnis emas di tengah dinamika pasar komoditas.

Di sisi lain, ANTAM tetap mengembangkan bisnis komoditas lainnya, yakni nikel dan bauksit sebagai bagian dari diversifikasi portofolio.

Pada bisnis nikel, ANTAM mencatat produksi bijih nikel sekitar 7,78 juta wet metric ton (wmt) dan volume penjualan sekitar 6,77 juta wmt pada semester I 2026. Seluruh penjualan bijih nikel tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.

Sementara pada komoditas bauksit, perusahaan memperkuat integrasi dari pertambangan hingga produk alumina. ANTAM memiliki tambang bauksit di Tayan dan fasilitas Chemical Grade Alumina (CGA) berkapasitas terpasang 300 ribu ton per tahun.

Untuk bisnis emas sendiri, ANTAM juga mencatat posisi keuangan yang menjadi dasar bagi pengembangan bisnis. Hingga semester I 2026, total aset perusahaan mencapai Rp61,27 triliun, ekuitas Rp38,53 triliun, serta kas dan setara kas Rp9,23 triliun.

Arini menegaskan, pengembangan bisnis tetap akan dilakukan dengan mempertimbangkan disiplin investasi dan pengelolaan risiko.

"Kami akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, disiplin investasi, dan pengelolaan risiko. Setiap agenda pengembangan akan kami jalankan secara prudent agar memberikan nilai tambah yang optimal sekaligus menjaga kesehatan keuangan Perseroan dalam jangka panjang," pungkas Arini.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com