- KOSPI dan MBG Watch melayangkan somasi kepada Presiden pada 10 September 2026 karena kasus keracunan.
- Sebanyak 43 ribu orang keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis yang dinilai bermasalah secara sistematis.
- Koalisi mendesak penghentian program serta pemisahan anggaran Makan Bergizi Gratis dari pos dana pendidikan nasional.
Suara.com - Sejumlah elemen sipil yang tergabung dalam Koalisi Selamatkan Pendidikan Indonesia (KOSPI) dan MBG Watch resmi melayangkan somasi yang ditujukan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto terkait tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (10/9/2026).
Somasi itu juga menyeret Menteri Keuangan, Kepala Badan Gizi Nasional, serta Ketua DPR RI untuk bertanggung jawab atas carut-marut tata kelola MBG yang menyebabkan para penerima manfaat keracunan.
Narahubung Koalisi, Eva Nurcahyani, mengatakan kasus keracunan massal akibat MBG tidak bisa hanya dibaca sebagai kesalahan personal.
Adanya 43 ribu orang yang keracunan menjadi pertanda bahwa ada permasalahan yang sistematis.
"Tidak dapat dipandang sebagai kesalahan personal atau hanya kesalahan SPPG," kata Eva melalui keterangan tertulis yang diterima Suara.com pada Kamis (10/9/2026).
Selain itu, koalisi juga mempermasalahkan ongkos pengelolaan MBG yang mencaplok anggaran pendidikan. Padahal, kutip Eva, UUD 1945 telah memandatkan biaya pendidikan sebesar 20 persen dari APBN.
Atas dasar tersebut, koalisi mendesak Presiden dan Kepala BGN untuk menghentikan program MBG serta mengurungkan rencana penambahan jumlah SPPG hingga ada evaluasi yang menyeluruh.
Menteri Keuangan juga diminta untuk mematuhi putusan MK Nomor 40/PUU-XXIV/2026 yang memerintahkan pemisahan anggaran MBG dari pos dana pendidikan.
Mereka juga meminta Ketua DPR agar menjalankan fungsi checks and balances yang efektif, agar pengawasan terhadap jalannya program andalan Prabowo itu memenuhi prinsip akuntabilitas.
Baca Juga: Menjinakkan Akal Sehat: Mengapa Rocky Gerung Lembek di Era Prabowo?
"Memberikan waktu 7×24 jam kepada para pihak untuk menindaklanjuti tuntutan tersebut. Apabila desakan tidak dilaksanakan, koalisi menyatakan akan menempuh upaya hukum dan konstitusional yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," tandas dia.
Reporter: Alif Bintang
Tag
Berita Terkait
-
Menjinakkan Akal Sehat: Mengapa Rocky Gerung Lembek di Era Prabowo?
-
Jalan Sore Pukul Panci, Suara Ibu Indonesia Protes MBG di Jogja
-
Eks Menpora Dito Sebut Yaqut Tak Terlibat dalam Pembahasan Kuota Haji Jokowi dan Arab Saudi
-
Keracunan MBG Tak Cuma soal Diare, Pakar Ungkap Risiko Gangguan Fungsi Otak
-
Nama Prabowo Disebut di Sidang Kasus Haji, Yaqut Pertanyakan Foto di Paris
Terpopuler
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Heran Febrie Adriansyah Dipanggil sebagai Tersangka, Pengacara: Baru Kali Ini Kami Lihat
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Buntut Ribuan Dapur Disegel: Ada Apa dengan Standar Higiene MBG?
-
Persija Jamu Persib di Jakarta Usai Menanti 7 Tahun, Pramono Wanti-wanti: Jangan Ada Kerusuhan!
-
Persija Diizinkan Pakai GBK, Persib Dilarang Main di Si Jalak Harupat
-
Kapal Kargo Terbakar Hebat di China, 25 Orang Tewas Terjebak di Dalam Kapal
-
Destinator Dijual Berapa? Intip Harga Mobil Mitsubishi September 2026
-
Diduga Terima Gratifikasi Rp20,7 Miliar, Eks Pejabat Pajak Simpan Uang di Deposito dan Aset
-
Gara-gara Yaman, Konflik AS-Iran Masuki Babak yang Jauh Lebih Mengerikan
-
Surplus Tapi Penggilingan Bangkrut: Cara Berani Lampung Bongkar Gurita Tata Niaga Beras
-
Muktamar Berakhir Teduh, Gus Ipul Tekankan Sikap Kalah Terhormat dan Menang Bermartabat
-
Politik Kampus: Laboratorium Kecil untuk Sistem Tata Negara