BRI Telah Menyalurkan KPP Rp12 Triliun, Mayoritas Penerima Kalangan UMKM

Kamis, 10 September 2026 | 20:05 WIB
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia Maruarar Sirait (kiri) bersama Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto (kanan) saat sesi doorstop dalam acara Kolaborasi Pengembangan Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat di Gelanggang Jakarta Timur, Kamis (10/9/2026). (Suara.com/Mohammad Rhadzaki Ramadhan)

Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatat penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) telah mencapai Rp12 triliun hingga Kamis (10/9/2026). Pembiayaan ini telah dinikmati lebih dari 83 ribu debitur di berbagai wilayah Indonesia, dengan mayoritas penerima berasal dari kalangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto menyampaikan pencapaian itu dalam acara Kolaborasi Pengembangan Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), BP Tapera, dan BRI di Gelanggang Jakarta Timur, Jalan Otto Iskandardinata Nomor 121, Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (10/9/2026).

Aris menjelaskan, BRI saat ini memperoleh kuota KPP sebesar Rp14 triliun. Dari kuota itu, Rp12 triliun telah disalurkan kepada masyarakat.

"Kami sampaikan tadi, per hari ini BRI sudah menyalurkan 12 triliun KPP dan itu sudah dinikmati kurang lebih lebih dari 83 ribu debitur di Indonesia. Dan sebagian besar mereka adalah UMKM," ujar Aris.

Dengan sisa waktu sekitar tiga bulan, BRI optimistis dapat memenuhi kuota Rp14 triliun yang telah diberikan pemerintah.

"Kita hari ini sudah mendapatkan kuota sebesar 14 triliun dan per hari ini kita sudah menyalurkan 12 triliun. Di sisa waktu yang ada, kami dari BRI yakin target yang telah diberikan sebesar 14 triliun ini akan bisa terlaksana dengan baik. Tinggal waktu tiga bulan tersebut," jelasnya.

Aris mengatakan, kemudahan akses menjadi salah satu aspek yang ditekankan BRI dalam menjalankan program pembiayaan perumahan. Hal itu mencakup kecepatan proses pencairan serta tingkat suku bunga yang ditetapkan pemerintah sebesar 6 persen.

Suasana acara Kolaborasi Pengembangan Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Kementerian PKP, BP Tapera, dan BRI di Gelanggang Jakarta Timur, Kamis (10/9/2026). (Suara.com/Mohammad Rhadzaki Ramadhan)

"Pertama kalau bicara kemudahan, tentunya dari kecepatan. Kemudahan pencairan dana dan juga tentunya suku bunga yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebesar 6%. Itulah kemudahan-kemudahan yang diberikan oleh pemerintah yang disatukan oleh BRI," paparnya.

Aris berharap pembiayaan perumahan dapat semakin mudah dimanfaatkan masyarakat, khususnya pelaku UMKM di berbagai wilayah Indonesia.

"Yang disampaikan Pak Menteri itu sudah ter-confirm bahwa BRI bisa memberikan atau bisa melaksanakan program pemerintah terkait dengan perumahan ini dengan sangat baik. Tadi Pak Menteri disampaikan kita bisa memberikan dengan cepat, mudah, dan tanpa pungli dan lain-lain. Mudah-mudahan program ini bisa dinikmati oleh banyak nasabah di Indonesia, utamanya untuk UMKM," kata Aris.

Menteri PKP Apresiasi Kinerja BRI

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia Maruarar Sirait turut mengapresiasi kontribusi BRI dalam menjalankan program pembiayaan perumahan.

Maruarar menyebut BRI telah menunjukkan peran sebagai bank yang berpihak pada masyarakat. Ia juga menyoroti tingginya serapan program perumahan melalui BRI.

"Terima kasih kepada BRI yang sudah membuktikan sebagai bank yang pro rakyat," ujar Maruarar.

Ia menyebut serapan program perumahan yang diciptakan pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto hampir 50 persen berasal dari BRI.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com