Diperintah Prabowo, Purbaya Akui Pembukaan Rekening Massal BRI-BSI biar Warga Kebagian Bansos

Rabu, 09 September 2026 | 12:28 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat medi briefing di RM Medan Baru, Sunter, Jakarta, Selasa (8/9/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
  • Presiden Prabowo Subianto mendorong pembukaan rekening BRI dan BSI bagi warga demi memperluas akses keuangan formal.
  • Pemerintah mengintegrasikan data Dukcapil, Bank Indonesia, dan LPS untuk membukakan rekening warga berusia di atas 18 tahun.
  • Kebijakan ini bertujuan agar penyaluran berbagai bantuan sosial dari pemerintah dapat berjalan lebih cepat serta tepat sasaran.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan alasan Presiden RI Prabowo Subianto untuk mendorong pembukaan rekening massal di Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Diketahui wacana ini muncul usai Prabowo melakukan rapat terbatas bersama jajaran Pemerintah di Istana Kepresidenan beberapa waktu lalu. Dalam pembahasan itu, Presiden meminta masyarakat Indonesia memiliki rekening perbankan untuk memperluas akses terhadap layanan keuangan formal.

Menkeu Purbaya menjelaskan, pembukaan rekening di BRI dan BSI ditujukan agar masyarakat lebih mudah dalam menerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.

“Itu sebeneranya setiap bantuan itu betul-betul cepat dan tepat sasaran, Bansos dan lain-lain. Itu rencana presiden seperti itu,” ujar Purbaya saat media briefing di Jakarta Utara, dikutip Rabu (9/9/2026).

Bendahara Negara mengatakan, pembukaan rekening tersebut akan menggabungkan data Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Bank Indonesia (BI), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Presiden Indonesia Prabowo Subianto mencuri perhatian peserta Eastern Economic Forum (EEF) 2026 di Vladivostok. [Dok Kremlin]

Ia melanjutkan, dengan adanya penggabungan data tersebut nantinya masyarakat yang umurnya sudah di atas 18 tahun akan dibukakan rekening bagi yang belum memiliki.

Purbaya mengatakan, saat ini pemerintah sedang mendiskusikan kemungkinan setiap masyarakat yang membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP) langsung dibuatkan rekening.

“Nanti akan dicek setiap orang yang umurnya di atas 18 tahun akan dibukakan rekening yang belum punya rekening,” imbuhnya.

Lebih lanjut Purbaya menjelaskan wacana ini tidak akan membebani Bank BRI maupun BSI. Pasalnya, dalam pembukaan rekening tersebut ada minimal saldo mengendap yang perlu dipenuhi.

“Kan diisi Rp 50 ribu, tapi himbaranya bilang mampu. Ya kita ikut saja,” jelas dia.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com