Suahasil Nazara Dilantik Menkeu usai Purbaya Pamer Capaian di DPD

Senin, 14 September 2026 | 16:13 WIB
Presiden Prabowo Subianto resmi mengganti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan Suahasil Nazara, Senin (14/9/2026).
  • Suahasil Nazara resmi dilantik menjadi Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa pada Senin, 14 September 2026.
  • Purbaya Yudhi Sadewa sempat memaparkan strategi fiskal serta capaian kinerja ekonomi di hadapan DPD RI di Jakarta.
  • Pemaparan tersebut mencakup pertumbuhan ekonomi triwulan pertama 2026 sebesar 5,45% dan surplus neraca perdagangan Januari hingga Juli.

Suara.com - Suahasil Nazara resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Menariknya, Purbaya dicopot usai memamerkan capaian kinerjanya di depan anggota DPD RI.

Sekitar pukul 11.00 WIB, Purbaya dijadwalkan mengikuti Rapat Kerja Gabungan Komite IV DPD RI bersama Kementerian Keuangan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Bank Indonesia 

Rapat ini bertempat di Ruang Rapat GBHN, Nusantara V, Gedung MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, pada Senin (14/9/2026).

“Pada kesempatan yang baik ini, kami akan menyampaikan paparan yang terdiri dari dua building block. Yang pertama, Strategi Ekonomi dan Fiskal Tahun 2027; dan yang kedua, Sinergi dan Harmonisasi Kebijakan Pusat dan Daerah yang mencakup arah kebijakan Transfer ke Daerah,” buka Purbaya dalam paparannya di depan Anggota DPD RI.

Purbaya menyampaikan kalau di tengah persaingan global yang semakin ketat, perubahan teknologi yang cepat, serta gejolak geopolitik yang penuh ketidakpastian, APBN memegang peranan yang sangat strategis. 

Menurutnya, APBN bukan sekedar dokumen keuangan negara, tetapi APBN adalah alat perjuangan untuk melindungi rakyat, memperkuat fondasi ekonomi, dan mewujudkan cita-cita mulia bangsa yaitu Indonesia yang Berdaulat, Adil, dan Makmur.

“Untuk mewujudkan cita-cita mulia bangsa Indonesia tersebut, tentunya tidak mudah dan banyak tantangan yang kita hadapi, baik tantangan struktural maupun tantangan siklusal,” ucapnya.

Ia lalu memaparkan perekonomian Indonesia masih tetap terjaga. Pada triwulan pertama tahun 2026, pertumbuhan ekonomi berada di level 5,45% dengan inflasi yang tetap terkendali. 

Kemudian Neraca perdagangan sepanjang Januari–Juli tetap surplus dengan cadangan devisa hingga Agustus mencapai 146,5 miliar Dolar AS.

“Tekanan pada pasar keuangan mulai mereda seiring meningkatnya market confidence. Hal ini terefleksi pada apresiasi nilai tukar Rupiah, penguatan IHSG, dan yield SBN yang tetap kompetitif,” lanjutnya.

 

Ia juga memaparkan kinerja APBN yang tetap solid. Hingga akhir Juli 2026, pendapatan negara tumbuh tinggi sebesar 21,3% year-on-year. 

 

Sedangkan belanja negara tumbuh dengan defisit terkendali pada level yang aman 0,91% dari PDB. Di akhir Agustus juga sama, levelnya masih 0,9 sekian persen dari PDB.

 

“Solidnya kinerja perekonomian domestik tersebut terverifikasi pada terjaganya kepercayaan dunia. Standard & Poor's tetap mempertahankan peringkat Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil. China Lienhi Rating bahkan memberikan peringkat kredit Indonesia pada level tertinggi AAA dengan outlook stabil,” jelas Purbaya.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com