Data Center Menjamur, Kebutuhan Listrik RI Makin Tertekan

Selasa, 22 September 2026 | 18:40 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam pembukaan Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Selasa (22/9/2026). Foto Yaumal-Suara.com
BACA 10 DETIK
  • Data center membuat permintaan listrik Asia Tenggara melonjak.
  • ASEAN dituntut tambah energi terbarukan dan perkuat transmisi.
  • Bahlil klaim listrik RI melimpah dan tarifnya kompetitif.

Suara.com - Ledakan pembangunan pusat data (data center) di Asia Tenggara mulai menjadi tantangan baru bagi sektor kelistrikan. Permintaan listrik terus meningkat di tengah kebutuhan industri untuk mendapatkan pasokan energi yang andal, terjangkau, dan semakin bersih.

Portfolio Director Enlit Asia – Clarion Events, Simon Hoare, mengatakan pertumbuhan ekonomi, ekspansi industri, serta pesatnya pembangunan data center dan infrastruktur digital menjadi pendorong utama kenaikan permintaan listrik di kawasan Asia Tenggara.

"Permintaan listrik di Asia Tenggara terus meningkat, didorong oleh pertumbuhan ekonomi dan industri, serta perkembangan pesat di sektor seperti data center dan infrastruktur digital," ujar Simon dalam pembukaan Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Selasa (22/9/2026).

Kondisi tersebut membuat negara-negara ASEAN dituntut tidak hanya menambah kapasitas pembangkit energi terbarukan, tetapi juga memperkuat jaringan transmisi agar pasokan listrik mampu mengejar pertumbuhan kebutuhan.

Indonesia pun ikut membidik peluang dari lonjakan kebutuhan tersebut. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengajak investor tidak ragu membangun data center di dalam negeri. Dia menjamin Indonesia memiliki sumber energi yang melimpah untuk menopang operasional fasilitas digital tersebut.

"Bapak Ibu semua tidak perlu ragu, para investor kalau membangun data center di Indonesia," kata Bahlil.

Menurut Bahlil, Indonesia memiliki beragam sumber energi, mulai dari tenaga surya, air, panas bumi hingga angin. Pemerintah juga menjanjikan tarif listrik yang kompetitif serta kemudahan perizinan bagi investor.

"Dan saya yakin kepada teman-teman bahwa harga kita akan jauh lebih kompetitif ketimbang produksi listrik dari negara-negara yang lain," ujarnya.

Namun, pertumbuhan data center berarti kebutuhan listrik juga ikut membesar. Tantangannya bukan sekadar menyediakan pembangkit baru, tetapi memastikan jaringan mampu menyalurkan listrik secara stabil sekaligus memenuhi tuntutan penggunaan energi bersih.

Simon menyebut Indonesia berada di pusat perubahan sektor kelistrikan di kawasan. ASEAN secara bersamaan perlu memperluas kapasitas energi terbarukan dan memperkuat jaringan transmisi untuk menghadapi kenaikan permintaan.

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 berlangsung pada 22–24 September 2026 dengan fokus pembahasan antara lain modernisasi jaringan listrik, transisi energi bersih, dekarbonisasi industri, digitalisasi, serta pemenuhan kebutuhan energi khusus untuk data center.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com