Hyundai Siapkan Lebih Banyak Model Hybrid Manfaatkan Insentif Pemerintah

Sabtu, 07 November 2026 | 18:50 WIB
Hyundai Stargazer
BACA 10 DETIK
  • PT Hyundai Motors Indonesia berencana meluncurkan lebih banyak model kendaraan hybrid baru untuk pasar otomotif nasional.
  • Chief Operating Officer Fransiscus Soerjopranoto menyatakan bahwa perusahaan selalu menyesuaikan produk dengan tren elektrifikasi dan aturan pemerintah.
  • Hyundai juga berpeluang menggunakan nama berbeda serta siap mengikuti kebijakan fasilitas bebas ganjil genap di Jakarta.

Suara.com - PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) berencana menambah jajaran kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Tak hanya mobil listrik berbasis baterai (BEV), perusahaan juga memastikan bakal menghadirkan lebih banyak model hybrid untuk pasar otomotif nasional.

Chief Operating Officer (COO) PT Hyundai Motors Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto mengatakan, Hyundai tengah menyiapkan sejumlah produk baru dengan mempertimbangkan perkembangan tren kendaraan elektrifikasi dan kebijakan pemerintah.

"Aturan pemerintah mau dibuat apa pun, sebenarnya maker yang harus menyesuaikan. Jadi kalau misalnya sekarang kita lihat EV menjadi tren, kemudian nanti hybrid menjadi tren juga. Teman-teman tunggu saja tanggal mainnya, pasti kita akan keluarin produk kita juga yang hybrid," ujarnya di Jakarta, belum lama ini.

Hyundai juga membuka peluang menghadirkan model hybrid baru dengan nama yang berbeda dari lini kendaraan yang sudah dipasarkan saat ini.

"Intinya ditunggu, apakah itu nanti ada Creta Hybrid atau Stargazer Hybrid atau hybrid yang lainnya. Kalian tunggu saja, bisa juga namanya berbeda. Tapi saya pastikan bahwa kita akan punya lebih banyak hybrid," kata Frans.

Frans menegaskan Hyundai ingin memperkuat kembali identitasnya sebagai merek otomotif yang identik dengan kendaraan listrik dan energi terbarukan.

Di sisi lain, Frans juga menanggapi wacana pemberian fasilitas bebas ganjil genap bagi kendaraan hybrid di Jakarta. Ia menyebut setiap produsen otomotif harus menyesuaikan diri dengan kebijakan yang ditetapkan pemerintah.

"Semua aturan pemerintah bukan hanya Hyundai saja yang harus memenuhi, semuanya harus memenuhi. Jadi tinggal bagaimana sekarang masing-masing maker mengambil sikap," kata Frans.

Terkait dampaknya terhadap penjualan, Frans menilai perbedaan kebijakan antara Jakarta dan daerah lain tidak serta-merta menghilangkan peluang pasar kendaraan.

"Kalau di Jakarta kita memberikan fasilitas ganjil genap tapi non-Jakarta tidak kita berikan fasilitas ganjil genap, toh juga enggak ada bedanya kan? Penjualan tetap ada seperti itu. Tinggal masalahnya kebijakan pemerintah dan sikap dari masing-masing maker," pungkasnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com