Alasan Nilai Tukar Rupiah Nyaris Rp18.000 Pada Hari Ini

Kamis, 24 September 2026 | 18:35 WIB
Nilai Tukar rupiah kembali Loyo hari ini nyaris ke level Rp18.000 [Suara.com]
BACA 10 DETIK
  • Nilai tukar rupiah melemah tajam ke level Rp17.961 per dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis, 24 September 2026.
  • Pelemahan rupiah dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah dunia, imbal hasil obligasi, dan kebijakan suku bunga The Fed.
  • Kondisi tersebut menjadikan rupiah sebagai mata uang yang paling lemah di kawasan Asia pada sore hari itu.

Suara.com - Nilai tukar rupiah terus memerah hingga akhir perdagangan, Kamis, 24 September 2026. Bahkan, mata uang Garuda paling lemah di Asia pada sore ini.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup ke level Rp17.961 per dolar AS, melemah 98 poin atau turun 0,55 persen.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan pelemahan nilai tukar ini didorong oleh sentimen harga minyak mentah dunia yang melonjak.

"Rupiah ditutup melemah tajam ke level Rp17.916 per dolar di tengah kenaikan imbal hasil obligasi AS, indeks dolar AS dan harga minyak mentah dunia," katanya saat dihubungi Suara.com.

Nilai Tukar rupiah kembali Loyo [Antara]

Lukman menyebut, perkasanya dolar AS pada hari ini juga masih sikap Bank Sentral AS, The Fed yang cenderung menaikan suku bunga acuan.

"Rupiah diperkirakan masih berpotensi melemah kecuali ada intervensi BI," jelasnya.

Sementara itu mayoritas mata uang Asia melemah. Won Korea Selatan anjlok 0,44 persen, dolar Taiwan 0,33 persen, yen Jepang anjlok 0,19 persen. Lalu peso Filipina juga melemah 0,18 persen.

Diikuti ringgit Malaysia turun 0,11 persen, sedangkan dolar Hongkong menguat tipis dengan 0,01 persen.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com