-
APPI merilis 24 klub sepak bola nasional yang masih menunggak gaji pemain.
-
Persija Jakarta dan PSM Makassar termasuk dalam daftar klub bermasalah finansial.
-
Ratusan pemain dari berbagai liga mengalami penundaan pembayaran hak sejak musim lalu.
Suara.com - Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) merilis data terbaru mengenai klub-klub sepak bola nasional yang masih memiliki tunggakan gaji kepada pemain. Menariknya, Persija Jakarta dan PSM Makassar masuk ke dalamnya.
Berdasarkan informasi di situs resmi APPI per 6 November 2026, terdapat 24 klub yang tercatat belum menuntaskan kewajiban pembayaran hak pemain. Ada dua klub Super League yakni Persija dan PSM.
Secara keseluruhan, terdapat lima pemain dari kedua klub yang belum menerima hak mereka secara penuh. Namun, APPI tak menjelaskan secara detail pemain bersangkutan.
APPI cuma menjelaskan PSM dan Persija jika ditotal ada 5 pemain yang bermasalah dengan rincihan sekitar Rp1,1 miliar dan 34 ribu dollar AS.
Persoalan tunggakan gaji ini tidak hanya terjadi di kasta tertinggi. Di kasta kedua alias Championship ada empat klub bermasalah yakni Persiku Kudus, PSBS Biak, PSIS Semarang, dan PSMS Medan dengan total 51 pemain.
Sejumlah klub Liga Nusantara dan Liga 4 juga tercatat masih memiliki kewajiban yang belum diselesaikan kepada para pemainnya.
Di Liga Nusantara, APPI mencatat sebanyak 114 pemain belum menerima pembayaran gaji. Persikota Tangerang menjadi klub dengan jumlah pemain terdampak terbanyak, yakni 11 orang. Sriwijaya FC menyusul dengan tujuh pemain.
APPI juga menyoroti persoalan yang dialami para pemain Sriwijaya FC. Tunggakan hak pemain di klub tersebut disebut belum mendapatkan penyelesaian sejak musim kompetisi 2023/2024.
"Salah satu contoh nyata secara langsung dialami para pemain Sriwijaya FC, yang hingga saat ini belum memperoleh penyelesaian atas hak-hak mereka sejak musim kompetisi 2023/2024," tulis APPI di laman resmi.
"Meskipun komunikasi dengan pihak klub telah beberapa kali dilakukan, pemenuhan kewajiban tersebut masih belum terealisasi."
APPI menyebut persoalan tersebut bukan kejadian yang berdiri sendiri. Tunggakan yang berlangsung dalam beberapa musim menjadi indikasi bahwa pemenuhan hak pemain masih menjadi masalah serius di sepak bola Indonesia.
"Tunggakan berulang yang berlangsung lintas musim (2022/2023, 2023/2024, 2024/2025, dan 2025/2026) menunjukkan bahwa penyelesaian hak pemain masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan komitmen dan langkah nyata dari pihak klub," sambungnya.
Sementara itu, persoalan serupa juga ditemukan di Liga 4. APPI mencatat sebanyak 128 pemain belum menerima hak mereka. Persikad Bandung menjadi klub dengan jumlah pemain terdampak terbanyak, yakni 19 orang.