Genjot Ekonomi Lokal, UMKM Dapat Fasilitas Baru

Selasa, 29 September 2026 | 08:02 WIB
Ilustrasi umkm (freepik)
BACA 10 DETIK
  • UMKM Pantai Legian mendapat 20 parasol dan 9 tempat sampah pilah.
  • 150 siswa dan 25 guru diajak belajar mengelola sampah.
  • Program menggabungkan pemberdayaan ekonomi dan kepedulian lingkungan.

Suara.com - MMS Group Indonesia (MMSGI) bersama Yayasan Life After Mine (LINE) dan MMS Land melalui Pullman Bali Legian Beach menggelar sejumlah program pemberdayaan masyarakat di Bali.

Program yang dikemas dalam MMSGI Connect 2026 itu menyasar dua sektor sekaligus, yakni pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di kawasan Pantai Legian serta edukasi lingkungan bagi siswa sekolah dasar.

Dalam mendukung aktivitas UMKM, MMSGI bersama Yayasan LINE dan MMS Land menyerahkan 20 unit parasol dan 9 tempat sampah terpilah kepada pelaku usaha di kawasan Pantai Legian melalui PUBDA Legian.

Fasilitas tersebut diharapkan dapat menunjang aktivitas pedagang yang sehari-hari menggantungkan usaha dari kawasan wisata Pantai Legian, sekaligus meningkatkan kenyamanan pengunjung.

Tak hanya menyasar pelaku usaha, MMSGI juga membawa program lingkungan ke sekolah melalui Bigger Dream 2026. Kegiatan bertajuk MMSGI Eco Warriors tersebut melibatkan 150 siswa dan 25 guru SD Negeri 1 Legian, 30 karyawan MMSGI, serta komunitas Malu Dong Bali.

Kegiatan diawali dengan aksi bersih-bersih Pantai Legian pada Minggu (27/9). Para siswa diajak melihat langsung persoalan sampah di kawasan pantai dan belajar bahwa kebersihan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama.

Edukasi kemudian dilanjutkan di SD Negeri 1 Legian dengan metode "Lihat, Pungut, Pilah, Buang". Para siswa diajarkan mengenali jenis sampah, memilahnya berdasarkan kategori, hingga memahami bahwa sejumlah material masih dapat dimanfaatkan kembali dan memiliki nilai.

Untuk menjaga agar kebiasaan tersebut tidak berhenti pada kegiatan edukasi, MMSGI turut memberikan fasilitas pengelolaan sampah kepada sekolah, mulai dari tempat sampah terpilah, bottle press, tumbler hingga perlengkapan kebersihan.

Dukungan serupa diberikan kepada komunitas Malu Dong Bali berupa eco vest dan drop box sampah untuk menunjang aktivitas pengumpulan sampah di kawasan Pantai Legian.

CEO MMSGI Sendy Greti mengatakan pemberdayaan masyarakat menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan tersebut.

"Bagi kami, koneksi menjadi lebih bermakna ketika dapat diterjemahkan menjadi pemberdayaan. Melalui dukungan kepada pelaku UMKM, edukasi bagi anak-anak, serta kolaborasi dengan sekolah dan komunitas, kami ingin menghadirkan manfaat yang dapat terus tumbuh bagi masyarakat sekaligus lingkungan," ujar Sendy.

Kepala SD Negeri 1 Legian Noor Octa Fiyanti menyambut pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, edukasi pengelolaan sampah secara langsung memberikan pengalaman bagi siswa untuk memahami pentingnya menjaga lingkungan.

"Dengan belajar mengelola sampah secara sirkular hari ini, anak-anak sedang menjaga masa depan mereka sendiri," katanya.

Melalui MMSGI Connect 2026, perusahaan menggabungkan dukungan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat dengan program edukasi dan lingkungan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari semangat "Berdayakan Masa Depan" yang diusung MMSGI, dengan menempatkan kolaborasi dengan pelaku usaha, sekolah dan komunitas sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat di kawasan wisata Bali.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com