Rupiah Kembali Sentuh Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 09:31 WIB
Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS. [Suara.com/Muhaimin A Untung]
BACA 10 DETIK
  • Mata uang rupiah melemah ke level Rp18.001 per dolar Amerika Serikat pada Selasa 29 September.
  • Pelemahan rupiah dipicu oleh ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan peningkatan imbal hasil obligasi AS.
  • Mayoritas mata uang di kawasan Asia juga turut mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat.

Suara.com - Rupiah kembali tembus Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) di pasar keuangan pada hari ini.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah pada Selasa 29 September dibuka ke level Rp18.001 per dolar AS.

Angka ini melemah 23 poin atau turun 0,13 persen dibandingkan pekan sebelumnya yang ada di Rp17.978 per dolar AS. Analis Doo Financial Futures, Lukman mengatakan pelemahan ini dikarenakan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

"Rupiah diperkirakan masih tertekan terhadap dolar AS oleh ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan imbal hasil obligasi AS yang terus meningkat," katanya saat dihubungi Suara.com.

Dia menambahkan, pelemahan ini juga didorong investor yang juga cenderung berhati-hati dalam pekan ini. Apalagi, banyak data ekonomi yang memberikan tekanan pada rupiah.

"Ada agenda yang padat data dengan ekonomi penting, dengan traders menantikan rilis data pekerjaan AS Jolt malam ini. Rupiah bergerak di kisaran Rp17.900-Rp18.050," jelasnya.

Ilustrasi uang ringgit Malaysia. (Pexels.com/Polina Tankilevitch)

Sementara itu, mayoritas mata uang Asia cenderung melemah. Rinciannya, baht Thailand menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,18 persen. Disusul, dolar Taiwan yang terkoreksi 0,11 persen.

Selanjutnya ada dolar Singapura yang tertekan 0,05 persen, Lalu ringgit Malaysia dan yen Jepang yang sama-sama tergelincir 0,04 persen. Berikutnya, won Korea Selatan terlihat melemah tipis 0,007 persen terhadap the greenback.

Selanjutnya, ada dolar Singapura yang tertekan 0,05 persen. Lalu ringgit Malaysia dan yen Jepang yang sama-sama tergelincir 0,04 persen. Berikutnya, won Korea Selatan terlihat melemah tipis 0,007 persen terhadap the greenback.

Lalu, peso Filipina menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah menanjak 0,21 persen, Kemudian ada yuan China naik 0,06 persen dan dolar Hong Kong menguat tipis 0,008 persen pada perdagangan pagi ini.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com