- Rupiah ditutup melemah ke level Rp17.753 per dolar AS akibat tekanan dari kondisi global.
- Pelemahan rupiah dipicu oleh kenaikan suku bunga The Fed serta pernyataan hawkish kepala The Fed Warsh.
- Sebagian besar mata uang Asia bergerak bervariasi dengan won Korea Selatan mengalami pelemahan terdalam.
Suara.com - Pelemahan rupiah masih terus berlanjut pada penutupan sore ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah pada Kamis 17 September ditutup ke level Rp17.753 per dolar Amerika Serikat (AS).
Angka ini melemah 57 poin atau turun 0,32 persen dibandingkan hari sebelumnya yang ada di Rp17.694 per dolar AS. Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan pelemahan ini disebabkan oleh kondisi global. Apalagi, keputusan suku bunga The Fed yang naik memberikan tekanan.
"Rupiah ditutup melemah cukup besar terhadap dolar AS di tengah lonjakan indeks dolar AS dan imbal hasil obliasi AS setelah dalam rapat Federal Open Market Committee semalam," katanya saat dihubungi Suara.com.
Dia melanjutkan, pelemahan ini juga didorong oleh pernyataan hawkish dari kepala the Fed Warsh yang menaikkan ekspektasi kan adanya kenaikan lebih lanjut tahun ini.
Hal ini memberikan tekanan pada Rapat Dewan Gubernur BI pada minggu depan yang diperkirakan mempertahankan tingkat suku bunga.
"Dengan absennya data ekonomi penting, investor akan memantau harga minyak mentah dunia dan imbal hasil obligasi AS," jelasnya.
Sementara itu, pergerakan mata uang di Asia bervariasi. Di mana, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,59 persen.
Selanjutnya ada ringgit Malaysia terkoreksi 0,54 persen dan dolar Taiwan yang sudah ditutup turun 0,27 persen.
Diikuti, peso Filipina yang ditutup tergelincir 0,02 persen. Kemudian, dolar Hong Kong melemah tipis 0,008 persen terhadap the greenback di sore ini.
Sedangkan, yen Jepang menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melesat 0,37 persen. Lalu, dolar Singapura yang menanjak 0,15 persen.
Berikutnya ada baht Thailand dan rupee India yang sama-sama terkerek 0,07 persen. Disusul, yuan China yang melemah tipis 0,007 persen.