- Lippo Mall Kemang Jakarta Selatan menerapkan konsep destinasi gaya hidup melalui pembaruan aset dan tenant sepanjang tahun 2026.
- Strategi tersebut menghasilkan tingkat okupansi di atas 95 persen serta peningkatan kunjungan tahunan sebesar delapan persen.
- Pengelola menghadirkan berbagai program pengalaman seperti konser, festival kuliner, dan turnamen olahraga untuk menarik pengunjung.
Suara.com - Bisnis pusat perbelanjaan mulai menghadapi perubahan perilaku konsumen. Mal tidak lagi hanya mengandalkan aktivitas belanja untuk menarik pengunjung, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang membuat masyarakat datang, berkumpul, dan menghabiskan waktu.
Perubahan tersebut terlihat dari strategi yang dilakukan Lippo Mall Kemang (LMK) memasuki tahun ke-14. Pusat perbelanjaan di kawasan Jakarta Selatan itu mengembangkan konsep lifestyle destination melalui revitalisasi aset, pembaruan tenant mix, hingga berbagai program berbasis pengalaman.
Strategi tersebut berjalan seiring dengan kinerja kunjungan dan okupansi mal. Saat ini, tingkat okupansi LMK tercatat di atas 95 persen, dengan pertumbuhan okupansi sebesar 5 persen yang berasal dari penambahan tenant baru, renewal, maupun ekspansi tenant.
Sementara dari sisi pengunjung, LMK mencatat pertumbuhan traffic sebesar 8 persen secara year-on-year (YoY).
"Bagi kami, pertumbuhan bukan hanya soal angka, tetapi bagaimana kami terus menghadirkan tenancy mix dan pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan konsumen," ujar Mall Director Lippo Mall Kemang, Dimas Kusuma di Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Untuk menjaga relevansi tersebut, LMK tidak hanya melakukan pembaruan pada sisi fisik mal. Pengelola juga memperbanyak program yang dapat memberikan alasan bagi konsumen untuk datang selain berbelanja.
Sepanjang 2026, LMK menghadirkan berbagai program experiential, mulai dari konser dengan artis skala nasional dan internasional hingga kegiatan Nonton Bareng World Cup 2026.
Program tersebut menjadikan area mal sebagai ruang berkumpul bagi penggemar musik dan sepak bola. LMK juga menghadirkan Crazy Burger Fest melalui kerja sama dengan JKTgo yang menggabungkan aktivitas kuliner dengan pengalaman berkumpul bersama keluarga, teman, maupun komunitas.
Pendekatan serupa diterapkan melalui kegiatan olahraga. LMK menjadi bagian dari penyelenggaraan Final 3-on-3 Basketball DBL dengan mengubah area mal menjadi arena pertandingan bola basket.
Transformasi tersebut membuat ruang mal tidak hanya berfungsi sebagai area komersial, tetapi juga menjadi ruang publik untuk aktivitas komunitas dan generasi muda.
LMK juga menghadirkan Miners Fest bersama Danantara dan Mind.id. Program ini mengangkat edukasi mengenai dunia pertambangan bagi anak-anak melalui berbagai aktivitas interaktif.
Dengan rangkaian kegiatan tersebut, pengelola mal mencoba memperluas fungsi pusat perbelanjaan dari tempat transaksi menjadi ruang interaksi masyarakat.
Meski pengalaman pengunjung semakin penting, strategi bisnis LMK tetap bertumpu pada pengembangan tenant mix.
Sejumlah tenant baru maupun tenant yang melakukan pembaruan hadir di LMK, di antaranya Uniqlo dengan tampilan baru, Harlan Coffee, Emilia Cucina Italiano, NOB, Udders Ice Cream, Blu Shaak Coffee, Terrace by Maxx Coffee, Chagee, Teazzi dengan konsep baru, Bluebee, serta sejumlah tenant lainnya.
Pilihan tersebut mencakup berbagai kategori, mulai dari fashion, kuliner, kopi hingga kebutuhan gaya hidup.