Industri Fesyen RI Serap Rp120 Triliun dan 3,69 Juta Pekerja Industri

Selasa, 29 September 2026 | 16:39 WIB
Pedagang menjual pakaian secara daring melalui sosial media Tik-tok Live di Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa (19/9/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]
BACA 10 DETIK
  • PDB fesyen dan kriya RI mencapai Rp120,13 triliun pada Q1 2026.
  • Transaksi fesyen TikTok Shop naik 70% pada Semester I 2026.
  • Kreator fesyen bertambah 74%, transaksi dari kreator melonjak 95%.

Suara.com - Industri fesyen dan kriya Indonesia mulai menunjukkan perubahan cara tumbuh. Bukan hanya mengandalkan toko fisik dan promosi konvensional, pelaku usaha kini memanfaatkan konten digital dan kreator untuk menemukan konsumen baru.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat Produk Domestik Bruto (PDB) industri fesyen dan kriya mencapai Rp120,13 triliun pada triwulan I 2026, naik 7,89% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp111,34 triliun.

Besarnya industri ini juga terlihat dari skala tenaga kerja. Sektor fesyen dan kriya menaungi sekitar 1,75 juta unit usaha IKM dengan penyerapan 3,69 juta tenaga kerja berdasarkan data BPS 2024 yang dikutip Kemenperin.

Ekosistem discovery commerce TikTok Shop by Tokopedia sendiri mencatat nilai transaksi kategori fesyen tumbuh 70% pada Semester I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan juga terjadi di sisi kreator. Jumlah kreator fesyen meningkat 74%, sementara nilai transaksi di TikTok Shop yang dihasilkan kreator fesyen melonjak 95% pada periode yang sama.

Kondisi ini memperlihatkan perubahan dalam pola belanja konsumen. Produk tidak selalu dicari terlebih dahulu oleh konsumen, tetapi justru ditemukan melalui video pendek, sesi LIVE, rekomendasi kreator, hingga tren yang berkembang di media sosial.

Stephanie Susilo, President Director Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia, mengatakan model perdagangan berbasis penemuan konten atau discovery commerce berpotensi mempercepat pertumbuhan industri fesyen lokal.

Menurut dia, video pendek dan sesi LIVE membuat produk penjual di Tokopedia dan TikTok Shop lebih mudah ditemukan masyarakat.

"Model perdagangan daring berbasis penemuan konten digital, discovery commerce, berpotensi mengakselerasi pertumbuhan industri fesyen lokal," kata Stephanie.

Sejumlah kategori seperti pakaian pria, pakaian wanita, dan aksesori menjadi kelompok fesyen dengan pertumbuhan nilai transaksi tertinggi di TikTok Shop sepanjang 2026.

Menariknya, pertumbuhan bisnis fesyen berbasis digital tidak hanya terkonsentrasi di kota-kota besar.

Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Sulawesi Barat, dan Gorontalo tercatat sebagai sejumlah wilayah dengan pertumbuhan nilai transaksi produk fesyen yang tinggi melalui ekosistem discovery commerce sepanjang 2026.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana kanal digital dapat memangkas batas geografis antara produsen dan konsumen. Pelaku fesyen di daerah dapat memasarkan produknya kepada konsumen di wilayah lain tanpa harus terlebih dahulu membuka gerai fisik di kota besar.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com