- Sukses Sejahtera beli 25% saham asing, kepemilikan VICI naik 84,95%.
- VICI akan gabung dengan Secret Garden untuk kuasai segmen lebih luas.
- VICI bidik pasar global, dengan bahan aktif lokal jadi pembeda.
Suara.com - PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) tengah menyiapkan langkah besar untuk memperluas cakupan bisnisnya di industri kosmetik dan personal care. Pendiri VICI, Billy Hartono Salim, ingin perseroan memiliki portofolio merek yang mampu menjangkau hampir seluruh lapisan konsumen, dari pasar massal hingga segmen premium.
Langkah awal ekspansi tersebut dilakukan melalui pembelian kembali saham VICI yang sebelumnya dimiliki investor asing. Billy mengungkapkan, perusahaan miliknya, Sukses Sejahtera, telah membeli sekitar 25% saham VICI dari pihak asing.
Transaksi tersebut membuat kepemilikan Sukses Sejahtera di VICI meningkat menjadi sekitar 84,95%.
"Kita yang payback," kata Billy.
Menurut Billy, aksi tersebut bukan mencerminkan investor asing hengkang dari Indonesia. Sebaliknya, transaksi dilakukan atas inisiatif pemegang saham lokal untuk memperkuat posisi perusahaan nasional.
Billy menilai perusahaan kosmetik nasional memiliki peluang lebih besar untuk membawa merek Indonesia ke pasar internasional. Ia melihat banyak pemain global telah masuk ke pasar Indonesia, sementara jumlah merek lokal yang mampu berkembang menjadi pemain internasional masih terbatas.
Salah satu contoh yang disebutnya adalah Paragon.
Ambisi Billy tidak berhenti pada perubahan komposisi pemegang saham. VICI juga tengah menyiapkan penggabungan dengan PT Natura Pesona Mandiri (NPM), pemilik brand Secret Garden.
Langkah tersebut ditujukan untuk melengkapi portofolio VICI. Saat ini, VICI lebih banyak bermain di segmen mass hingga low, sedangkan Secret Garden menyasar konsumen mass to high atau middle up.
Dengan penggabungan tersebut, Billy ingin VICI memiliki rentang produk yang lebih lengkap. Konsepnya, kata dia, menyerupai Amorepacific di Korea Selatan yang memiliki berbagai merek untuk segmen konsumen berbeda.
"Kita ingin semua segmen ada," ujarnya.
Bahkan, VICI masih membuka peluang menambah satu merek lagi di atas Secret Garden untuk membidik pasar niche atau high end.
Dengan demikian, portofolio yang dibangun VICI nantinya dapat menjangkau konsumen kelas atas hingga segmen C dan D.
Billy mengatakan arah besar tersebut menjadi bagian dari strategi pemegang saham, sementara eksekusi bisnis tetap berada di tangan manajemen.
Secret Garden sendiri lahir di Bali dan mengembangkan produk body care, personal care hingga living fragrance. Merek tersebut telah dipasarkan di sejumlah bandara serta kawasan wisata seperti Kuta, Seminyak dan Canggu.