- Penggunaan AI tidak lagi sekadar sebagai alat bantu, tetapi mulai terintegrasi dalam proses pengembangan dan pengintegrasian teknologi ke dalam produk.
- AI membuat produk lebih cepat dikembangkan dan diluncurkan. Namun, perusahaan juga perlu segera mengetahui produk mana yang berhasil dan apa yang perlu dikembangkan berikutnya.
- Produk yang dibuat dengan AI harus tetap relevan dengan kebutuhan konsumen dan memberikan nilai bagi bisnis. Kemampuan belajar dan memahami kebutuhan pasar menjadi bagian penting dalam pengembangan produk.
Suara.com - Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) memang sangat membantu bisnis perusahaan untuk mengembangkan produk digital, Namun, dari kemudahan itu apakah produk yang dikembangkan AI bisa bermanfaat bagi bisnis dan konsumen.
Hal ini menjadi salah satu pembahasan dalam Indonesia Product Conference (IPC) 2026 yang diikuti lebih dari 1.000 profesional produk dan menghadirkan lebih dari 25 pembicara.
CEO EPIQ Events dan Apiary Academy Jessica Casey Jaya mengatakan, penggunaan AI dalam bisnis kini sudah berkembang dari sekadar alat bantu menjadi bagian dari pengembangan produk.
"Tahun ini, kami melihat AI sudah bergerak dari sekadar tools menjadi bagian dari bagaimana tim mengembangkan dan mengintegrasikan teknologi ke dalam produk mereka. Perubahan menuju Agentic AI inilah yang ingin kami eksplorasi lebih jauh di IPC 2026," ujar Jessica di Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Menurut VP & GM Mixpanel untuk APAC & Japan Tom Blackman, perusahaan kini tidak bisa terlalu lama menunggu untuk mengetahui hasil dari produk yang diluncurkan.
Ia menjelaskan, AI telah membuat pengembangan dan peluncuran produk digital berlangsung lebih cepat dari sebelumnya. Namun, kemampuan untuk memahami apakah semua yang diluncurkan benar-benar memberikan dampak belum bergerak dengan kecepatan yang sama.
"Dengan laju pengembangan saat ini, perusahaan tidak bisa menunggu berminggu-minggu untuk mendapatkan jawaban. Mereka membutuhkan insight cepat mengenai apa yang berhasil dan apa yang perlu dibangun berikutnya. Pengukuran perlu bergerak secepat proses pengembangan, dan inilah yang didukung oleh platform product intelligence berbasis AI Mixpanel. Kami senang kembali menjadi title sponsor Indonesia Product Conference pada 2026 dan berbagi bagaimana kami dapat membantu perusahaan-perusahaan digital di Indonesia menutup kesenjangan tersebut," katanya.
Dengan kondisi tersebut, perusahaan tidak cukup hanya membuat produk dengan cepat. Mereka juga perlu melihat apakah produk tersebut dibutuhkan konsumen dan memberikan nilai bagi bisnis.
Kurby Chua, Principal Customer Success Architect at Mixpanel, mengatakan kemampuan untuk terus belajar menjadi salah satu kekuatan komunitas produk di Indonesia.
Menurutnya, salah satu hal yang paling menonjol dari Indonesia adalah komunitas produknya yang sangat kuat dan keinginan orang-orangnya untuk terus belajar.
"Ketika orang terbuka untuk belajar, mereka juga lebih cepat mengembangkan produk dan layanan yang mereka bangun. Oleh karena itu, forum seperti Indonesia Product Conference menjadi sangat penting, bukan hanya untuk berbagi pengetahuan, tetapi juga untuk belajar langsung dari komunitas dan memahami bagaimana kebutuhan mereka terus berkembang," pungkas Kurby.