Jabat Menteri Perindustrian, Sarmuji Akan Prioritaskan Industri Padat Karya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 19:08 WIB
Menperin Sarmuji memprioritaskan pembenahan industri padat karya guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja. [Suara.com/Novian]
BACA 10 DETIK
  • Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji dilantik Presiden Prabowo di Jakarta pada Kamis (1/10/2026).
  • Sarmuji memprioritaskan pembenahan industri padat karya guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.
  • Pembenahan sektor industri dilakukan melalui koordinasi dengan sejumlah kementerian untuk mengatasi berbagai persoalan.

Suara.com - Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengatakan akan fokus pada industri padat karya. Hal itu dikatakan Sarmuji usai dilantik Presiden Prabowo di Jakarta pada Kamis (1/10/2026).

Sarmuji, yang menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita, menjelaskan sektor industri memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan lapangan kerja.

"Karena sektor industri harus jadi leverage atau jadi daya ungkit bagi pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja," kata Sarmuji.

Menurut dia, berbagai persoalan di sektor industri perlu dicari dan dibenahi satu per satu. Sarmuji akan memprioritaskan industri yang memiliki kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja dan perekonomian.

"Karena itu mesti kita cari problem-problemnya. Harus kita benahi satu per satu. Terutama industri yang berkaitan dengan penyerapan tenaga kerja dan bisa menjadi pengungkit perekonomian tentu harus kita utamakan. Misalnya industri sepatu, industri tekstil dan lain-lain," ujarnya.

Sarmuji mengatakan pembenahan industri membutuhkan koordinasi dengan sejumlah kementerian. Salah satunya Kementerian Investasi karena berkaitan dengan masuknya investasi ke sektor industri.

Selain itu, koordinasi dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Investasi diperlukan untuk menentukan kebijakan impor, termasuk mempertimbangkan industri yang sebenarnya sudah mampu diproduksi di dalam negeri.

"Misalnya Kementerian Investasi karena hulunya di sana, Kementerian Perdagangan karena nanti akan berkaitan dengan apakah kita perlu buka impor industri yang bisa kerjakan sendiri," ungkapnya.

Ia juga menyebut perlunya koordinasi dengan kementerian yang menangani hilirisasi. Menurutnya, pengembangan industri memiliki keterkaitan erat dengan agenda hilirisasi pemerintah.

"Menkeu kita harus minta insentif utnuk industri, supaya tumbuh. Kemenetrian Hiliriasi karena industri sebenarnya identik  dengan hilirisasi. Masih banyak yang kita selesaikan," pungkasnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com