- Pemerintah Indonesia menghadapi masalah backlog kepemilikan rumah yang masih mencapai sekitar sembilan juta keluarga.
- LippoLand di Jakarta pada Jumat, 2 Oktober 2026, menawarkan rumah terjangkau seharga seratus juta rupiah dengan cicilan enam ratus ribu rupiah per bulan.
- LippoLand telah menjual lima ribu unit hunian terjangkau serta menghibahkan lahan seluas tiga puluh hektare di Lippo Cikarang kepada negara.
Suara.com - Pemerintah masih dihadapkan pada ketimpangan antara permintaan dengan ketersediaan rumah masyarakat atau Backlog. Saat ini, backlog kepemilikan rumah di Indonesia masih mencapai sekitar 9 juta keluarga.
Kondisi tersebut membuat penyediaan hunian tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Pengembang, perbankan, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan perlu terlibat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Di tengah kondisi tersebut, LippoLand berupaya menghadirkan hunian yang lebih terjangkau. Salah satunya melalui pengembangan rumah dengan harga mulai sekitar Rp100 juta dengan skema cicilan sekitar Rp600 ribu per bulan.
CEO LippoLand David Iman Santosa mengatakan pengalaman perusahaan selama 39 tahun di industri properti digunakan untuk mencari solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
"Angka backlog sekitar 9 juta keluarga menunjukkan bahwa kebutuhan perumahan di Indonesia masih sangat besar. Kami menyadari bahwa LippoLand tidak mungkin menjawab kebutuhan tersebut sendirian. Dibutuhkan partisipasi yang lebih luas dari seluruh pengembang, perbankan, pemerintah, dan seluruh ekosistem perumahan," ujar David di Jakarta, Jumat (2/10/2026).
LippoLand mengungkapkan telah menjual sekitar 5.000 unit hunian dalam segmen tersebut. Namun, jumlah tersebut dinilai masih jauh dari skala kebutuhan perumahan secara nasional.
David mengatakan, perusahaan terus berupaya memahami perubahan kebutuhan masyarakat, termasuk dalam persoalan perumahan.
"Karena itu, kami tidak hanya ingin melihat bagaimana industri properti berkembang, tetapi juga bagaimana kami dapat tetap relevan dan memberikan kontribusi terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk dalam persoalan perumahan," katanya.
Selain menghadirkan hunian terjangkau, LippoLand juga menyebut telah menghibahkan lahan sekitar 30 hektare di kawasan Lippo Cikarang kepada negara. Langkah tersebut disebut menjadi bagian dari kontribusi perusahaan terhadap kebutuhan masyarakat dan kepentingan yang lebih luas.