- Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS di pasar keuangan pada Rabu, 7 Oktober 2026.
- Rupiah menjadi satu-satunya mata uang di Asia yang mengalami penguatan di tengah pelemahan mata uang regional lainnya.
- Penguatan rupiah didorong oleh sikap investor yang menantikan data cadangan devisa dan risalah pertemuan The Fed.
Suara.com - Rupiah terus menguat pada Rabu 7 Oktober 2026 di pasar keuangan. Hal ini menjadi rupiah satu-satunya mata uang Asia yang menguat terhadap dolar Amerika Serikat.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka ke level Rp17.884 per dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini menguat 15 poin atau naik 0,08 persen dibandingkan penutupan sebelumnya Rp17.899.
Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, penguatan disebabkan investor masih wait and see menantikan data Cadangan Devisa Indonesia (Cadev).
"Rupiah dibuka datar terhadap dolar AS dengan potensi menguat terbatas. Investor cenderung wait and see -menantikan data cadev Indonesia siang ini dan risalah pertemuan penentuan suku bunga The Fed," katanya saat dihubungi Suara.com.
Dia menambahkan indeks dolar AS sendiri terpantau terkoreksi oleh rebound pada Euro. Sehingga rupiah bisa bergerak di Range Rp17.850-Rp16.950.
Sementara itu, mata uang Asia mengalami pelemahan dan hanya rupiah yang mendapatkan sentimen positif. Rinciannya, yen Jepang dan dolar Taiwan melemah paling dalam dengan anjlok 0,20 persen.
Diikuti won Korea turun 0,18 persen, dolar Singapura dan baht Thailand kompak melemah 0,10 persen. Sedangkan peso Filipina melemah tipis