- KT&G tambah kapasitas produksi Indonesia jadi 35 miliar batang/tahun.
- Indonesia menjadi basis produksi terbesar KT&G di luar Korea Selatan.
- Pabrik Pasuruan memasok pasar domestik sekaligus ekspor ke Taiwan, Mongolia, Nigeria, dan India.
Suara.com - Perusahaan rokok asal Korea Selatan, Korea Tomorrow & Global (KT&G), memperkuat ekspansi bisnis manufakturnya di Indonesia dengan mengoperasikan pabrik baru di Pasuruan, Jawa Timur.
Pabrik yang dibangun di atas lahan seluas 190.000 meter persegi tersebut memiliki sembilan lini produksi dengan kapasitas hingga 21 miliar batang rokok per tahun.
Kapasitas itu menambah produksi dari fasilitas KT&G yang telah beroperasi sebelumnya sebesar 14 miliar batang per tahun. Dengan demikian, total kapasitas produksi KT&G di Indonesia dapat mencapai 35 miliar batang per tahun.
Angka tersebut menjadikan Indonesia sebagai basis produksi terbesar KT&G di luar Korea Selatan.
Presiden KT&G Bang Kyung-man mengatakan pengoperasian penuh pabrik baru tersebut menjadi bagian dari komitmen investasi jangka panjang perusahaan di Indonesia.
"Beroperasinya pabrik baru kami secara penuh menjadi tonggak penting dalam mewujudkan komitmen investasi jangka panjang KT&G di Indonesia serta komitmen kami kepada masyarakat setempat di wilayah operasional perusahaan," ujar Bang.
Pabrik baru tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik. Produksinya juga akan diekspor ke sejumlah negara, di antaranya Taiwan, Mongolia, Nigeria, dan India.
Dengan lokasi Indonesia yang dinilai strategis, fasilitas di Pasuruan diproyeksikan menjadi salah satu basis ekspor KT&G untuk memasok pasar Asia Pasifik dan wilayah lainnya.
Ekspansi tersebut melanjutkan perjalanan KT&G di Indonesia sejak 2011, ketika perusahaan masuk melalui akuisisi PT Tri Sakti Purwosari Makmur (TSPM).
Pembangunan fasilitas baru dimulai pada April 2024 setelah adanya kesepakatan dengan Kementerian Investasi pada September 2023. Pabrik kemudian menjalani uji coba operasional pada semester pertama 2026 sebelum memasuki tahap produksi stabil.
Secara global, Indonesia kini menjadi salah satu dari lima basis manufaktur KT&G bersama Korea Selatan, Rusia, Kazakhstan, dan Turki.
Selain meningkatkan kapasitas produksi, ekspansi tersebut juga membuka peluang kerja bagi tenaga kerja lokal. Keterlibatan pekerja dan perusahaan mitra lokal bahkan telah berlangsung sejak pembangunan fasilitas.
Bang mengatakan KT&G akan terus memperluas kesempatan kerja, meningkatkan kemampuan teknis tenaga kerja, serta memperkuat kerja sama dengan masyarakat dan mitra lokal.
"Kami akan terus memperluas peluang kerja bagi tenaga kerja lokal, memperkuat kemampuan teknis, dan mempererat kerja sama dengan masyarakat setempat untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan untuk perekonomian dan masyarakat Indonesia," katanya.