- Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan strategi Indonesia belajar dari Korea Selatan untuk mencapai status negara maju.
- Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai enam persen pada tahun 2027 dengan dukungan investasi minimal tujuh persen.
- Strategi pembangunan difokuskan pada enam sektor prioritas dan berbagai pemampu demi mencapai target pertumbuhan ekonomi tersebut.
Suara.com - Menteri Keuangan Suahasil Nazara ingin Indonesia belajar dari Korea Selatan agar RI bisa menjadi negara maju. Pasalnya, Pemerintah saat ini membidik target pertumbuhan ekonomi nasional hingga 6 persen tahun 2027.
Menkeu Suahasil mengatakan kalau Korea Selatan bisa menjadi negara maju berkat pertumbuhan manufaktur dan investasi mencapai lebih dari 10 persen. Ini kemudian berdampak pada naiknya pertumbuhan ekonomi hingga di atas 8 persen.
"Saya ingin membandingkan situasi yang dialami oleh Korea sebelum dia menjadi negara maju, yaitu mampu tumbuh manufakturnya di atas 10 persen, mampu tumbuh investasinya di atas 10 persen, Dan GDP growth-nya ada di angka 8 persen lebih," katanya dalam acara ANTARA Business Forum yang digelar di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Saat ini Pemerintah membidik target pertumbuhan ekonomi nasional mencapai level 6 persen pada tahun depan. Untuk mencapai ambisi tersebut, Suahasil menilai sektor investasi ditargetkan mampu tumbuh di kisaran 7 persen atau lebih sebagai penopang utama mesin perekonomian.
Bendahara Negara menyampaikan bahwa pencapaian target tersebut membutuhkan kerja keras serta sinergi erat antar-elemen pembangun nasional, termasuk dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), BPI Danantara, hingga kebijakan sektor keuangan.
"Untuk tahun depan, kita memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi mencapai 6% dengan investasi yang perlu tumbuh di sekitar 7%, kalau bisa lebih. Ini menjadi PR yang sangat besar," lanjut Suahasil.
Maka dari itu, Suahasil menjadikan acuan historis tersebut sebagai aspirasi pembangunan Indonesia. Strategi difokuskan pada enam sektor prioritas yang memiliki permintaan domestik (domestic demand) tinggi yakni infrastruktur digital, hilirisasi sumber daya alam, manufaktur bernilai tambah tinggi, industri hulu strategis, ketahanan pangan, serta energi terbarukan.
Demi mendukung keberhasilan strategi ala Korea ini, pemerintah juga menyiapkan sejumlah pemampu (enabler) seperti peningkatan kualitas modal manusia, dorongan produktivitas, perbaikan konektivitas infrastruktur, kepastian regulasi, hingga pembiayaan sektor keuangan yang kompetitif.