- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengkaji moratorium smelter nikel produk setengah jadi di Jakarta.
- Kebijakan pembatasan produksi tersebut bertujuan mengatasi kelebihan pasokan global demi mencegah penurunan harga komoditas nikel.
- Pemerintah akan mendorong hilirisasi langsung dan menjaga keberlanjutan sumber daya alam nikel yang tidak dapat diperbarui.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, berecana moratorium atau menyetop aktivitas produksi Smelter Nikel yang menghasilka produk setengah jadi.
Langkah ini dikaji guna mengantisipasi kelebihan pasokan (oversupply) di pasar global yang menekan harga komoditas.
Bahlil menjelaskan, kapasitas cadangan dan produksi nikel telah mencapai sekitar 2,5 juta ton dan memicu kelebihan pasokan di tingkat dunia, pemerintah mempertimbangkan pembatasan.
"Kita lagi mengkaji kalau memang kita sudah terjadi oversupply untuk dunia... kita dapat pertimbangkan untuk industri yang setengah jadi ini kita mulai mencoba untuk meminimalisir, bahkan mungkin kita melakukan moratorium," ujar Bahlil di Hotel Raffles, Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Ia menegaskan, ke depan pemerintah akan lebih mendorong pengembangan industri yang menghasilkan produk hilir secara langsung agar struktur ekonomi nasional dapat bertransformasi.
Kendati kapasitas terpasang kebutuhan smelter tercatat tinggi, Bahlil menekankan bahwa pemerintah harus melihat dinamika permintaan dan penawaran global agar harga komoditas tidak jatuh.
Menurutnya, produksi yang tidak terkendali di tengah tren harga rendah justru akan merugikan negara dari sisi penerimaan serta menurunkan marjin pelaku usaha.
"Kalau harganya lagi anjlok, jangan kita juga banjiri, nanti barang kita murah. Kita kan enggak mau barang kita dijual murah," imbuhnya.
Bahlil juga mengingatkan perbedaan karakter antara komoditas tambang dan perkebunan.
Berbeda dengan kelapa sawit yang dapat diperbarui melalui peremajaan (replanting), cadangan nikel dan batu bara merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui.
"Kalau nikel, batu bara, diambil kan nggak bisa berbuah. Jadi tolong kita jaga ini juga harus berkelanjutan untuk masa depan bangsa ya," pungkasnya.