- Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan bahwa anggaran Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi dialihkan dari Kementerian ESDM.
- Pengalihan dana ini bertujuan untuk mendukung operasional lembaga baru pimpinan Bahlil Lahadalia yang telah memiliki kantor.
- Pemerintah saat ini masih menyusun tata kelola administrasi dan penataan ulang bagian anggaran dari APBN 2027 tersebut.
Suara.com - Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan kalau anggaran Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi berasal dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Diketahui Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi baru saja dibentuk Presiden RI Prabowo Subianto, yang mana ini dikepalai oleh Bahlil Lahadalia. Selain Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil saat ini juga masih menjabat sebagai Menteri ESDM.
Menkeu Suahasil menyebut kalau pengalihan anggaran itu dilakukan demi memastikan operasional Kemenko Hilirisasi dapat berjalan setelah kementerian tersebut memiliki kantor dan struktur kelembagaan.
"Pak Bahlil menangani anggaran dengan sangat baik. (Anggaran) Dari Kementerian ESDM," kata Suahasil di Kompleks Istana Kepresidenan," dikutip dari Antara, Rabu (7/10/2026).
Bendahara Negara menjelaskan kalau anggaran tersebut diperlukan untuk melengkapi kebutuhan operasional Kemenko Hilirisasi yang telah memiliki kantor dan membutuhkan dukungan pembiayaan.
Lebih lanjut Pemerintah masih menyusun tata kelola anggaran untuk Kemenko Hilirisasi, termasuk terkait bagian anggaran (BA), administrasi, serta mekanisme pengelolaannya.
"Tinggal nanti kan kita bikin apakah namanya bagian anggaran, tata kelolanya, administrasinya, bagian anggarannya, BA-nya berapa, dan seterusnya, itu dalam proses kita buat," jelasnya.
Berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2027, Kementerian ESDM mendapat alokasi anggaran sebesar Rp27,37 triliun. Artinya, anggaran tersebut nantinya akan ditata ulang untuk Kemenko Hilirisasi.