- Perum Bulog mendistribusikan bantuan pangan beras medium berkualitas baik dengan kadar air 14 persen.
- Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan stok beras aman mencapai empat koma lima juta ton.
- Pemerintah menyalurkan bantuan pangan sebanyak tiga puluh kilogram kepada tiga puluh tiga koma dua juta penerima manfaat.
Suara.com - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani,membeberkan spesifikasi beras yang akan didistribusikan melalui program bantuan pangan berupa beras sebanyak 30 kilogram.
Ia menyebutkan beras yang akan disalurkan merupakan kualitas medium dengan tingkat broken atau butir pecah sebesar 25 persen.
"Kualitasnya beras medium. Beras medium itu beras pecahan 25 persen, kemudian kadar airnya 14 persen, dan menirnya 1 persen," kata Rizal saat ditemui wartawan usai menghadiri agenda diskusi di Jakarta pada Kamis (8/10/2026).
Sementara untuk ketersediaan beras untuk program tersebut dipastikan dalam keadaan aman.
Rizal memastikan bahwa stok beras di Bulog saat ini mencapai 4,5 juta ton, yang sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan 33,2 juta penerima manfaat selama tiga bulan ke depan yang memerlukan kurang dari satu juta ton.
"Untuk kebutuhan 33,2 juta penerima manfaat selama 3 bulan, itu masih di bawah 1 juta ton. Jadi kalaupun nanti harus diserahkan yang 3 bulan tersebut, stok kami masih ada 3 juta ton lebih," kata Rizal.
Sebagai informasi, penyaluran bantuan pangan beras ini merupakan bagian dari program pemerintah yang menyasar sekitar 33 juta warga dari kelompok kesejahteraan terbawah, yakni kategori desil 1 hingga desil 4.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah menyiapkan total 900 ribu ton beras dengan alokasi anggaran mencapai Rp17 triliun. Berbeda dari periode sebelumnya, penyaluran untuk kuartal akhir tahun ini diberikan secara dirapel sekaligus sebanyak 30 kilogram untuk periode Oktober, November, and Desember 2026.
Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menyebut bahwa bantuan pangan tersebut telah mulai berjalan pada Oktober ini.
"Saya rasa dari rakortas kemarin sudah diputuskan untuk segera dilakukan eksekusi terkait dengan bantuan pangan ya, namanya bantuan pangan, yang saat ini sedang berjalan," kata Hanif saat ditemui wartawan di Jakarta pada Kamis (8/10/2026).