Stok Beras Bulog 4,5 Juta Ton, Aman untuk Nataru hingga Ramadan

Kamis, 01 Oktober 2026 | 19:41 WIB
Direktur Operasi Perum Bulog, Andi Afdal di Yogyakarta, Kamis (1/10/2026).[Suara.com/Hiskia]
BACA 10 DETIK
  • Perum Bulog memastikan stok cadangan beras nasional aman sebesar 4,5 juta ton untuk mengantisipasi El Nino serta akhir tahun.
  • Direktur Operasi Andi Afdal menyatakan penyerapan gabah petani telah melampaui target awal sebesar 4 juta ton hingga September.
  • Bulog telah menyalurkan bantuan pangan hingga 99 persen per 30 September kepada 33,4 juta penerima manfaat seluruh Indonesia.

Suara.com - Perum Bulog memastikan ketersediaan cadangan beras pemerintah (CBP) dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh Indonesia hingga akhir tahun. Langkah antisipasi ini telah disiapkan sejak awal guna menghadapi ancaman iklim El Nino serta lonjakan permintaan pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Direktur Operasi Perum Bulog, Andi Afdal, menyatakan bahwa kesiapan cadangan beras telah dihimpun sejak masa panen raya sebelumnya. Langkah tersebut dilakukan agar Bulog memiliki ketahanan pasokan yang memadai dalam menghadapi dinamika musim.

"Sampai saat ini ketersediaan kita itu masih sangat tinggi ya. Jadi di seluruh Indonesia stok kita masih 4,5 juta ton," kata Andi ditemui di Yogyakarta, Kamis (1/10/2026).

Andi menyampaikan bahwa stok melimpah ini berfungsi sebagai penopang (buffer) kebutuhan pangan nasional. Cadangan tersebut diproyeksikan cukup untuk mengawal pasokan hingga datangnya masa panen raya berikutnya.

Kesiapan pasokan ini sekaligus menjadi fondasi utama Bulog dalam mengantisipasi lonjakan konsumsi menghadapi Natal dan Tahun Baru (Nataru), serta momen Ramadan dan Idulfitri di awal tahun.

"Saat ini dengan kekuatan yang ada di cadangan-cadangan di gudang kita, harapan kita Nataru itu bisa kita antisipasi dengan baik, termasuk menjelang Idul Fitri," tegasnya.

Secara nasional, tingkat produksi beras domestik masih berada dalam batas antisipasi dengan estimasi mencapai sekitar 34 juta ton. Jumlah ini tergolong aman untuk menutupi konsumsi masyarakat yang berada di angka 2,5 juta ton per bulan atau sekitar 30 juta ton per tahun.

Dari sisi penyerapan gabah petani per 23 September, Bulog berhasil melampaui target awal sebesar 4 juta ton. Bahkan hingga akhir tahun, penyerapan diproyeksikan melonjak hingga 20 persen di atas target.

"Yang penting yang kita jaga di Bulog itu adalah floor price-nya ya, jangan sampai merugikan di tingkat petani. Sementara di tingkat konsumen kita jaga supaya HET tetap terjaga," ungkapnya.

Di samping menjaga stabilitas harga dan serapan gabah, Bulog juga terus menyalurkan bantuan pangan secara menyeluruh. Per 30 September, realisasi penyaluran telah mencapai 99 persen atau mendekati 1 juta ton yang dibagikan kepada 33,4 juta penerima manfaat di seluruh wilayah Indonesia.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com