Pakar Soroti Strategi Bahlil Amankan Energi RI di Tengah Situasi Geopolitik Global

Jum'at, 09 Oktober 2026 | 10:35 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].
BACA 10 DETIK
  • Diplomasi Bahlil dengan AS dan Rusia dinilai penting untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga energi.
  • Modernisasi kilang, peningkatan lifting, serta program B50 dan E50 dibutuhkan untuk menekan ketergantungan impor.
  • Hilirisasi energi perlu dipercepat dengan tetap memperhatikan kesiapan industri, lingkungan, dan ketahanan pangan.

Dalam acara Investor Daily Summit 2026, Rabu (7/10/2026), Bahlil mengatakan konflik yang melibatkan sejumlah negara telah menciptakan ketidakpastian yang sulit diprediksi. Kondisi tersebut membuat pemerintah perlu memperkuat strategi untuk menjaga ketahanan energi nasional.

"Saya ingin menekankan bahwa dalam kondisi geopolitik yang terjadi sekarang, yang tidak menentu, melahirkan ketidakpastian di hampir semua dunia. Dan geopolitik ini tidak hanya menjadi ketegangan antara Amerika, Israel, Palestina, Ukraina, dan Rusia," kata Bahlil.

Ia menambahkan, dampak konflik tidak hanya dirasakan negara-negara yang terlibat langsung, tetapi juga merembet ke Indonesia melalui gangguan rantai pasok dan kenaikan harga energi.

"Bagaimana rantai pasok industri, bagaimana harga BBM-nya melambung, dan saya pun melakukan komunikasi lintas negara dengan kementerian-kementerian energi di dunia. Hampir dapat dipastikan tidak ada yang bisa menjawab kapan selesai persoalan yang terjadi. Tidak ada yang bisa meramalkan itu," ujarnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com