Rekam Jejak dan Profil Thomas Oentoro, Dirut Garuda Indonesia yang Baru

Jum'at, 09 Oktober 2026 | 10:41 WIB
Thomas Sugiarto Oentoro (dok. INA)
BACA 10 DETIK
  • PT Garuda Indonesia mengangkat Thomas Sugiarto Oentoro sebagai Direktur Utama dalam RUPSLB pada Kamis (8/10/2026).
  • Pemegang saham merombak struktur manajerial perusahaan dengan membentuk jabatan Direktur Komersial yang dijabat oleh Alan McIntyre.
  • Penataan kepemimpinan ini krusial karena Garuda Indonesia Group menghadapi kenaikan beban bahan bakar avtur sebesar 43,6%.

Suara.com - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) yang digelar pada Kamis (8/10/2026) secara resmi menetapkan Thomas Sugiarto Oentoro sebagai Direktur Utama yang baru.

Thomas menggantikan Glenny H. Kairupan, yang kini dialih tugaskan untuk memimpin jajaran pengawasan sebagai Komisaris Utama maskapai penerbangan nasional tersebut.

Selain pergantian di posisi puncak, pemegang saham sepakat merombak struktur manajerial perusahaan. Garuda Indonesia kini menghapus posisi Wakil Direktur Utama dan membentuk jabatan baru, yaitu Direktur Komersial.

Posisi Direktur Komersial tersebut dipercayakan kepada Alan McIntyre, profesional yang memiliki pengalaman sebagai Executive Manager Strategy di Qantas Group serta Chief Customer and Commercial Officer di Jetstar.

Penyegaran organisasi juga merambah jajaran Dewan Komisaris dengan diangkatnya Jaan Albrecht dan Trey Urbahn sebagai Komisaris Independen. Jaan mengantongi rekam jejak kepemimpinan sebagai CEO di Saudia Airlines, Austrian Airlines, hingga Star Alliance.

Sementara itu, Trey memiliki rekam jejak panjang sebagai penasihat strategis dan pengawas di berbagai maskapai global, termasuk Spirit Airlines, Etihad Airways, serta TAP Air Portugal.

Rekam Jejak dan Latar Belakang Kepemimpinan Baru

Sosok Thomas Oentoro bukanlah nama asing di lingkungan maskapai pelat merah ini. Sebelum dipercaya menjadi Direktur Utama, pria kelahiran Jakarta pada 8 September 1970 tersebut menjabat sebagai Wakil Direktur Utama sejak Oktober 2025.

Portofolio kepemimpinannya di Garuda Indonesia telah dimulai sejak kurun 2023–2024 saat ia mengemban tugas sebagai Komisaris Independen.

Kiprah Thomas di Garuda sempat terhenti pada Februari 2024 ketika ia mengundurkan diri untuk memenuhi penunjukan sebagai Chief Risk Officer di Lembaga Pengelola Investasi atau Indonesia Investment Authority (INA) periode 2024–2025.

Di luar sektor BUMN, karier finansialnya mencakup posisi Vice President Mezzanine Capital Unit di OCBC serta Managing Director di KV Asia Capital. Dari sisi akademis, Thomas menyelesaikan pendidikan di bidang keuangan pada NYU Stern School of Business dan meraih gelar Master of Business Administration (MBA) dari University of Chicago Booth School of Business.

Penataan kepemimpinan ini menjadi krusial mengingat tekanan beban operasional yang masih membayangi industri penerbangan. Pada semester I 2026, Garuda Indonesia Group mencatatkan kenaikan pengeluaran bahan bakar (avtur) hingga 43,6%. 

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com