Garuda Gelar Rights Issue 124,35 Miliar Saham

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:57 WIB
Garuda Indonesia berencana menerbitkan 124,35 miliar saham Seri E dalam rights issue untuk menyehatkan keuangan perusahaan. [Shutterstock]
BACA 10 DETIK
  • Garuda Indonesia berencana menerbitkan 124,35 miliar saham Seri E dalam rights issue untuk menyehatkan keuangan perusahaan.
  • Danantara Asset Management akan mengeksekusi haknya melalui setoran nontunai berupa saham GMFI senilai Rp5,66 triliun.
  • Dana hasil rights issue akan digunakan sebagai modal kerja untuk mendukung transformasi dan pemulihan operasional Garuda Indonesia.

Suara.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) akan menggelar rights issue atau penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) III sebagai bagian dari rencana penyehatan keuangan maskapai pelat merah tersebut.

Seperti dikutip dari keterbukaan informasi Kamis (1/10/2026), GIAA berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 124,35 miliar saham Seri E dengan nilai nominal Rp25 per saham. Pelaksanaan rights issue akan ditetapkan dan diumumkan lebih lanjut dalam prospektus.

Rencana rights issu ini merupakan tindak lanjut Rancangan Restrukturisasi Penyehatan Keuangan Garuda 2025–2029 telah memperoleh persetujuan Menteri BUMN pada Juni 2025.

Garuda Indonesia mencanangkan 2026 sebagai tahun stabilisasi dan pemulihan operasional. Sementara mulai 2027 perusahaan akan melakukan perbaikan struktural di berbagai sisi operasional bisnis.

Inbreng Saham GMFI

Dalam aksi ini, PT Danantara Asset Management (DAM) selaku pemegang saham utama Garuda akan mengeksekusi hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) yang dimilikinya melalui setoran modal dalam bentuk nontunai atau inbreng saham PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI).

Saham GMFI yang menjadi objek inbreng akan terlebih dahulu dialihkan dari PT Angkasa Pura Indonesia (API) melalui mekanisme dividen non tunai kepada InJourney dan selanjutnya kepada DAM.

Nilai saham GMFI yang akan dialihkan melalui rangkaian dividend in specie tersebut mencapai Rp5,66 triliun. Setelah saham GMFI efektif menjadi milik DAM, aset tersebut akan digunakan sebagai setoran modal non tunai dalam PMHMETD III Garuda.

Sementara itu, pemegang saham publik lainnya yang menggunakan haknya dalam rights issue akan melakukan penyetoran modal secara tunai.

Pelaksanaan inbreng saham GMFI telah memberikan dampak terhadap struktur ekuitas Garuda. Per 30 Juni 2026, ekuitas konsolidasian Garuda tercatat membaik menjadi negatif US$52,15 juta, sedangkan ekuitas standalone mencapai US$646,15 juta.

Dana hasil PMHMETD III setelah dikurangi biaya emisi nantinya akan digunakan untuk perolehan saham GMFI melalui setoran modal DAM secara non-tunai. Sementara sisa dana akan digunakan sebagai modal kerja untuk mendukung transformasi dan pemulihan operasional Garuda Indonesia Group.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com