Raup Cuap Rp2,4 T Hingga September, Bulog Mau Bangun Pabrik Karung Plastik

Jum'at, 09 Oktober 2026 | 16:38 WIB
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani. (Dok: Bulog)
BACA 10 DETIK
  • Perum Bulog meraih laba bersih sebesar Rp2,4 triliun pada 26 September 2026 berdasarkan tinjauan BPKP.
  • Direktur Utama Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan rencana pembangunan pabrik karung plastik di Jakarta pada 9 Oktober 2026.
  • Dana laba juga dialokasikan untuk menghidupkan kembali Unit Pengolahan Gabah Beras dan meningkatkan kapasitas pegawai.

Suara.com - Perum Bulog telah mencetak laba bersih sebesar Rp2,4 triliun per 26 September 2026. Laba bersih ini diketahui. Capaian tersebut berdasarkan hasil tinjauan keuangan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Laba bersih tersebut akan digunakan Bulog untuk membangun karung plastik, yang menampung beras produksi perseroan.

"Kami mendorong akan ke depan pembangunan pabrik karung plastik," ujar Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, saat ditemui wartawan di Kantor Bulog, Jakarta pada Jumat (9/10/2026). 

Ia mengaku heran, sebab sejak puluhan tahun berdiri Bulog tidak memiliki pabrik karung plastik. 

Kantor Perum Bulog. (Dok: Perum Bulog)

"Selama ini Bulog berdiri sekian puluhan tahun, kami heran, enggak punya pabrik karung plastik. Padahal kebutuhan karung luar biasa. Kita akan bangun pabrik karung plastik," kata Rizal. 

Sebagai langkah awal, proyek percontohan pabrik akan dipusatkan di Jakarta sebelum nantinya diperluas ke berbagai pulau besar di Indonesia.

"Ya, rencana kami akan kita bangun di pulau-pulau besar itu harus satu-satu," katanya. 

Selain membangun pabrik kemasan, Bulog memfokuskan sebagian dana untuk menghidupkan kembali Unit Pengolahan Gabah Beras (UPGB) yang sebelumnya tidak aktif. Perbaikan infrastruktur dan peningkatan kapasitas mesin ini ditujukan untuk menggenjot volume produksi beras secara internal.

Kemudian Bulog juga menyiapkan kesempatan bagi pegawai untuk menempuh pendidikan lanjutan di dalam maupun luar negeri, serta mengikutsertakan pejabat struktural eselon dalam program pendidikan di Lemhanas guna memperkuat kapasitas manajerial dan jaringan strategis.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com