- Indeks Harga Saham Gabungan anjlok 157,61 poin ke level 5.936 pada perdagangan Senin, 12 Oktober 2026.
- Pelemahan pasar saham dipicu oleh tingginya ketidakpastian global serta harga minyak mentah di atas 100 dolar AS.
- Phintraco Sekuritas memperkirakan indeks berpotensi menguji area 5.800 hingga 5.900 pada perdagangan hari Selasa berikutnya.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir ambruk pada perdagangan, Senin, 12 Oktober 2026. Indeks terkoreksi 157,61 poin atau 2,59 persen ke level 5.936.
Berdasarkan data Phintraco Sekuritas, IHSG sempat dibuka di level 6.109 dan menguat hingga menyentuh level tertinggi harian 6.129. Namun, indeks kemudian berbalik arah dan tertekan hingga mencapai level terendah 5.917.
Tekanan jual yang terjadi membuat IHSG gagal mempertahankan posisinya di atas level 6.000. Pelemahan juga terjadi secara merata di seluruh sektor saham, dengan koreksi terdalam dialami sektor energi dan industri.
Phintraco Sekuritas menyebut ketidakpastian global yang masih tinggi menjadi salah satu sentimen negatif bagi pasar saham domestik. Kondisi tersebut diperburuk oleh harga minyak mentah Brent yang masih bertahan di atas 100 dolar AS per barel.
Selain itu, pelaku pasar mencermati kekhawatiran potensi arus modal keluar atau capital outflow dari pasar obligasi Indonesia serta berbagai isu terkait Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Secara teknikal, tekanan terhadap IHSG juga terlihat dari indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD). Histogram negatif MACD tercatat semakin melebar, mengindikasikan peningkatan tekanan bearish.
Sementara itu, indikator Stochastic RSI membentuk Death Cross di area pivot. Kondisi tersebut menjadi sinyal teknikal yang perlu dicermati investor dalam menentukan strategi perdagangan berikutnya.
Dengan kondisi tersebut, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi menguji area 5.800–5.900 pada perdagangan Selasa (13/10/2026).
Pergerakan indeks selanjutnya akan bergantung pada perkembangan sentimen global, arah harga minyak, penguatan dolar AS, serta respons investor terhadap berbagai isu yang memengaruhi pasar modal Indonesia.
Data Perdagangan IHSG
- Penutupan IHSG: 5.936,147
- Perubahan: turun 157,61 poin
- Perubahan persentase: -2,59 persen
- Pembukaan: 6.109
- Level tertinggi: 6.129
- Level terendah: 5.917
- Nilai transaksi: Rp13,22 triliun
- Volume transaksi: 56,29 miliar saham
- Frekuensi transaksi: 1.782.490 kali
Top Value
- GOTO: Rp27, turun Rp3 atau 10,00 persen
- DSSA: Rp965, turun Rp165 atau 14,60 persen
- BBCA: Rp5.950, turun Rp100 atau 1,65 persen
Top Volume
- GOTO: Rp27, turun Rp3 atau 10,00 persen
- BUMI: Rp165, turun Rp15 atau 8,33 persen
- FORU: Rp129, turun Rp11 atau 7,86 persen
Top Gainers LQ45
- INKP: Rp8.675, naik Rp400 atau 4,83 persen
- CPIN: Rp3.020, naik Rp60 atau 2,03 persen
- JPFA: Rp2.080, naik Rp40 atau 1,96 persen
Top Losers LQ45
- CUAN: Rp655, turun Rp115 atau 14,94 persen
- GOTO: Rp27, turun Rp3 atau 10,00 persen
- EXCL: Rp2.110, turun Rp230 atau 9,83 persen
Top Gainers Jakarta Islamic Index (JII)
- INKP: Rp8.675, naik Rp400 atau 4,83 persen
- CPIN: Rp3.020, naik Rp60 atau 2,03 persen
- JPFA: Rp2.080, naik Rp40 atau 1,96 persen
Top Losers Jakarta Islamic Index (JII)
- RAJA: Rp585, turun Rp80 atau 12,03 persen
- RATU: Rp3.580, turun Rp460 atau 11,39 persen
- TPIA: Rp1.505, turun Rp170 atau 10,15 persen