Nasib Penerbangan ke Arab Saudi Setelah Bandara Riyadh Diserang

Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:48 WIB
Rudal Houthi Serang Riyadh, Negara Arab Ramai-Ramai Bela Arab Saudi Desak DK PBB Bertindak [Istimewa]
BACA 10 DETIK
  • Kementerian Perhubungan memantau dampak insiden keamanan di Riyadh terhadap penerbangan transit internasional per 12 Oktober 2026.
  • Sejumlah maskapai internasional seperti Qatar Airways dan Emirates membatalkan serta mengubah rute penerbangan menuju Riyadh.
  • Penerbangan langsung Indonesia dan Arab Saudi oleh maskapai Garuda Indonesia, Lion Air, serta Saudia tetap beroperasi.

Suara.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus memantau dampak insiden keamanan di Riyadh, Arab Saudi, terhadap operasional penerbangan internasional, khususnya penerbangan transit yang terhubung dengan Indonesia.

Berdasarkan hasil pemantauan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara per 12 Oktober 2026, sejumlah penerbangan transit yang terhubung dengan Riyadh mengalami pembatalan, penyesuaian rute, hingga pengaturan ulang perjalanan penumpang.

Kondisi tersebut terutama berdampak pada penerbangan yang memiliki koneksi menuju atau dari Riyadh melalui sejumlah hub penerbangan internasional.

Meski demikian, berdasarkan data pemantauan yang sama, penerbangan langsung Indonesia-Arab Saudi yang tercantum dalam laporan masih beroperasi.

Penerbangan Garuda Indonesia dan Lion Air menuju Jeddah serta penerbangan Saudia pada rute yang tercatat dalam laporan masih berjalan.

Ilustrasi penerbangan. (Dok GIAA).

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan penerbangan untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan informasi mengenai dampak operasional disampaikan kepada masyarakat secara akurat.

“Kami terus memantau perkembangan situasi dan dampaknya terhadap penerbangan yang terhubung dengan Riyadh. Prioritas kami adalah memastikan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi perhatian utama, sekaligus mendorong agar penumpang yang terdampak memperoleh informasi dan penanganan yang jelas dari maskapai,” ujar Lukman.

Berdasarkan data pemantauan Kemenhub, sejumlah maskapai internasional telah melakukan penyesuaian layanan menyusul insiden keamanan di Riyadh.

Qatar Airways membatalkan sejumlah penerbangan rute Doha-Riyadh dan sebaliknya pada 9 dan 10 Oktober 2026. Penumpang yang terdampak dialihkan melalui sejumlah kota alternatif di Arab Saudi.

Sementara itu, Emirates juga membatalkan sejumlah penerbangan menuju dan dari Riyadh, Jeddah, Madinah, serta Dammam pada periode tertentu.

Sejumlah maskapai internasional lainnya turut melakukan penyesuaian koneksi, pengalihan rute, pembatalan penerbangan, atau penghentian sementara layanan menuju Riyadh.

Perubahan operasional tersebut menjadi perhatian bagi penumpang yang menggunakan penerbangan transit untuk melanjutkan perjalanan menuju atau dari Arab Saudi.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan maskapai serta pihak terkait untuk memperoleh informasi terkini mengenai operasional penerbangan dan penanganan penumpang.

Kemenhub juga mengimbau masyarakat yang memiliki rencana perjalanan menggunakan penerbangan transit menuju atau dari Arab Saudi agar secara berkala memeriksa status penerbangan melalui kanal resmi maskapai.

Penumpang diminta memastikan kembali jadwal dan rute perjalanan serta menghubungi maskapai apabila terdapat perubahan pada penerbangan lanjutan.

Selain itu, masyarakat diimbau tetap tenang, mengikuti informasi resmi dari otoritas dan maskapai, serta tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com