Karhutla Ganggu Penerbangan hingga 26 Pesawat Delay, Menko Dudung Lapor Prabowo

Senin, 12 Oktober 2026 | 18:00 WIB
Ilustrasi-Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Supadio, Kalimantan Barat (Kalbar), belum berjalan normal akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). [Dok.ANTARA]
BACA 10 DETIK
  • Presiden Prabowo Subianto menyoroti kabut asap karhutla yang mengganggu penerbangan dan kualitas udara di Palembang.
  • Menko Polkam Dudung Abdurahman akan melaporkan penanganan karhutla tersebut kepada Presiden di Istana Kepresidenan Jakarta.
  • Gangguan asap menyebabkan jarak pandang menurun drastis dan berdampak pada penundaan serta pengalihan sejumlah penerbangan.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian terhadap kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengganggu penerbangan di Palembang, Sumatera Selatan. Jarak pandang di wilayah tersebut dilaporkan hanya berkisar 500 hingga 800 meter.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurahman mengatakan, kondisi tersebut akan dilaporkan kepada Prabowo dalam rapat penanganan karhutla di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/10/2026).

“Bapak Presiden sangat perhatian untuk konsentrasi bagaimana menangani masalah ini. Ya, nanti saya laporkan lah. Saya sampaikan,” kata Dudung di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/10/2026).

Sebagaimana dikethaui jarak pandang di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang tercatat hanya 500 meter pada Minggu (11/10/2026) pukul 11.00 WIB.

Sehari sebelumnya, sebanyak 15 penerbangan dilaporkan terdampak kabut asap hingga pukul 12.30 WIB. Jumlah tersebut terdiri atas tujuh penerbangan keberangkatan dan delapan penerbangan kedatangan.

Pada pembaruan berikutnya, jumlah penerbangan yang terganggu bertambah menjadi 26 hingga pukul 15.00 WIB. Saat itu, jarak pandang tercatat 350 meter. Gangguan mencakup penundaan penerbangan dan pengalihan pendaratan.

Kabut asap juga berdampak pada kualitas udara di Palembang.

Pada Minggu pagi, konsentrasi partikel halus PM2.5 di sejumlah stasiun pemantauan dilaporkan mencapai 497,9 mikrogram per meter kubik (µg/m³), yang menunjukkan tingginya paparan polusi udara di wilayah tersebut.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com