- Indeks Harga Saham Gabungan dibuka menguat pada level 5.940 sebelum melemah ke posisi 5.911.
- Pergerakan pasar dipengaruhi oleh aksi beli investor asing, kenaikan komoditas, serta sentimen negatif dari bursa Wall Street.
- CGS International Sekuritas memproyeksikan pergerakan indeks dengan level support 5.860 hingga 5.795 serta resistance 5.990 hingga 6.060.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menguat pada awal perdagangan, Rabu, 14 Oktober 2026. IHSG dibuka menghijau ke level 5.940.
Berdasarkan data Stockbit, hingga pukul 09.08 WIB, IHSG justru berbaik memerah ke level 5.911 atau turun 0,24 persen.
Pada perdagangan waktu itu sebanyak 3,60 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nila transaksi mencapai Rp668,01 miliar serta frekuensi sebesar 121.370 kali.
Di waktu itu, terdapat 241 saham menghijau, sedangkan, 286 saham merosot. Sisanya, 436 saham masih belum bergerak alias stagnan.
Adapun, berikut beberpa saham yang Top Gainer dan Loser di waktu itu:
Top Gainer
- BIKE
- ARTA
- SAFE
- GRPH
- IFSH
Top Loser
- FOLK
- NAYZ
- VKTR
- ASMI
- TRIN
Proyeksi IHSG
IHSG diprediksi bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat pada perdagangan hari ini. Meski demikian, pelemahan mayoritas indeks di bursa Wall Street berpotensi menjadi sentimen negatif bagi pergerakan pasar saham domestik.
Berdasarkan riset CGS International Sekuritas, IHSG diperkirakan bergerak dengan level support di rentang 5.860 hingga 5.795 dan resistance di kisaran 5.990 hingga 6.060.
Di sisi lain, berlanjutnya aksi beli investor asing, meskipun dalam jumlah yang masih sangat kecil, berpeluang menjadi sentimen positif bagi IHSG.
Kenaikan harga sejumlah komoditas juga berpotensi menopang pergerakan indeks saham domestik di tengah tekanan dari pasar global.
CGS International Sekuritas merekomendasikan enam saham untuk dicermati investor, yakni, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).