Bukan Cuma Bitcoin, Stablecoin dan Tokenisasi Mulai Dilirik

Rabu, 14 Oktober 2026 | 19:28 WIB
Ilustrasi Stablecoin. (Dok: Istimewa)
BACA 10 DETIK
  • INDODAX dan ribuan pelaku industri global membahas stablecoin serta tokenisasi dalam forum TOKEN2049 Singapore 2026.
  • Aloysia Dian menyatakan forum di Singapura tersebut memberikan kesempatan penting untuk memahami inovasi aset digital internasional.
  • Pelaku industri nasional perlu mengikuti tren global dengan tetap memperhatikan regulasi, keamanan, dan perlindungan konsumen.

Suara.com - Industri aset kripto di dalam negeri terus alami perkembangan. Namun, saat ini industri aset kripto tak hanya dikenal dari Bitcoin, tapi belakangan Stablecoin dan tokenisasi kini tengah menjadi pembahasan.

Bahkan dua aset kripto itu salah satu topik yang dibahas dalam forum industri kripto dan Web3 global, TOKEN2049 Singapore 2026. Perkembangan kedua instrumen tersebut menjadi perhatian pelaku industri, termasuk INDODAX, dalam mencermati arah pasar aset digital.

TOKEN2049 Singapore 2026 mempertemukan lebih dari 25.000 peserta dari lebih dari 7.000 perusahaan di 160 negara. Forum ini menghadirkan pelaku industri, investor, pengembang teknologi, hingga institusi keuangan untuk membahas perkembangan teknologi dan ekosistem aset digital.

Chief Marketing Officer INDODAX, Aloysia Dian, mengatakan forum tersebut bisa kesempatan bagi pelaku industri untuk memahami inovasi yang berkembang di berbagai negara.

Ilustrasi Aset Kripto. [ChatGPT]

"Industri kripto global terus berkembang dengan sangat dinamis. Forum seperti TOKEN2049 memberi kesempatan bagi pelaku industri untuk melihat inovasi yang berkembang di berbagai negara, membangun koneksi, serta memahami bagaimana ekosistem aset digital terus berkembang," ujarnya di Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Selain stablecoin dan tokenisasi, agenda forum tersebut juga mencakup investasi aset digital, infrastruktur blockchain, perkembangan Web3, serta keterlibatan institusi keuangan dalam industri kripto.

Perkembangan tren global tersebut dinilai relevan bagi Indonesia seiring pertumbuhan ekosistem aset digital dan meningkatnya keterlibatan berbagai pemangku kepentingan di dalam negeri.

Aloysia mengatakan pelaku industri nasional perlu terus mengikuti perkembangan global, tetapi tetap memperhatikan aspek regulasi dan keamanan.

"Indonesia memiliki basis pengguna aset kripto yang besar dan ekosistem yang terus bertumbuh. Karena itu, penting bagi pelaku industri nasional untuk tetap terhubung dengan perkembangan global, sekaligus memastikan bahwa inovasi yang diterapkan di Indonesia tetap memperhatikan regulasi, keamanan, dan perlindungan konsumen," imbuhnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com