Sopir Taksi Online Jadi Incaran di Tengah Sulitnya Kerja, Berapa Pendapatannya

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:32 WIB
Green SM Indonesia? (id.greensm.com)
BACA 10 DETIK
  • Green SM  menawarkanprogram sewa mobil listrik VinFast  untuk membuka peluang kerja sopir taksi online.
  • CEO Green SM Pham Nhat Minh Hoang menyatakan program ini menawarkan bagi hasil hingga 92 persen serta berbagai bonus insentif bagi mitra pengemudi.
  • Studi dalam jurnal Applied Energy menunjukkan penggunaan kendaraan listrik berpotensi menghemat biaya operasional dan mengurangi emisi karbon dioksida secara signifikan.

Suara.com - Sopir taksi online mulai jadi profesi incaran masyarakat di tengah sulitnya lowongan pekerjaan. Terutama setelah adanya perusahaan apalikasi transportasi online yang menawarkan banyak orang sebagai mitra kerja sama, seperti Green SM.

Namun, profesi sopir taksi online menimbulkan pertanyaan terkait pendapatan, apakah mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dalam hal ini, Green SM menawarkan skema penyewaan mobil listrik bagi masyarakat yang ingin menjadi pengemudi transportasi online tanpa harus membeli kendaraan sendiri. Melalui program ini, calon mitra dapat menyewa mobil listrik VinFast dengan biaya awal mulai Rp2 juta dan tarif sewa mulai Rp254.000 per hari.

Skema tersebut ditawarkan di tengah tantangan sopir transportasi online dalam menjaga pendapatan. Selain memperoleh penghasilan dari perjalanan, pengemudi juga perlu memperhitungkan biaya operasional, perawatan kendaraan, hingga modal untuk memiliki mobil.

Global Chief Executive Officer of Green SM, Pham Nhat Minh Hoang, mengatakan program tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap kendaraan listrik sekaligus membuka peluang kerja.

Taksi Green SM. [Instagram]

"Melalui program ini, kami ingin memberikan alternatif bagi calon pengemudi untuk memulai perjalanan profesional mereka dengan skema yang lebih terjangkau, pilihan kendaraan yang beragam, serta dukungan yang membantu mereka menjalankan aktivitas secara optimal,” ujarnya di Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Selain biaya sewa, salah satu hal yang perlu diperhatikan calon sopir adalah skema pendapatan yang ditawarkan. Green SM menyebut mitra pengemudi berkesempatan memperoleh bagi hasil hingga 92 persen dari setiap perjalanan.

Namun, pendapatan aktual tetap bergantung pada aktivitas, performa, dan ketentuan program yang berlaku. Dengan demikian, besaran pendapatan yang diterima setiap pengemudi dapat berbeda.

Green SM juga menawarkan sejumlah insentif sesuai ketentuan program. Insentif tersebut mencakup bonus pendaftaran sebesar Rp1 juta per bulan, bonus merek sebesar Rp676.000 per bulan, serta bonus operasional hingga Rp1,34 juta per bulan.

Dari sisi biaya operasional, mitra pengemudi juga mendapatkan fasilitas pengisian daya gratis di stasiun pengisian kendaraan listrik V-Green.

Meski demikian, calon pengemudi tetap perlu menghitung keseluruhan biaya yang harus ditanggung, termasuk biaya sewa harian dan kebutuhan operasional lainnya. Perhitungan tersebut penting agar penghasilan dari perjalanan dapat dibandingkan dengan pengeluaran selama bekerja.

Penggunaan kendaraan listrik juga dinilai memiliki potensi efisiensi biaya dibandingkan kendaraan konvensional. Salah satu pengeluaran rutin pengemudi adalah bahan bakar, terutama bagi mereka yang menempuh jarak jauh setiap hari.

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Applied Energy menunjukkan peralihan ke kendaraan listrik berpotensi menghemat biaya sebesar 14.000–24.500 dolar AS bagi pengemudi layanan ride-hailing penuh waktu. Studi tersebut juga menyebut potensi pengurangan emisi karbon dioksida (CO) hingga 47–66 ton sepanjang masa pakai kendaraan.

Dari sisi perawatan, kendaraan listrik memiliki lebih sedikit komponen bergerak pada sistem penggeraknya dibandingkan mesin pembakaran internal. Kondisi ini dapat mengurangi kebutuhan sejumlah jenis perawatan rutin, meskipun biaya aktual tetap bergantung pada jenis kendaraan dan kondisi penggunaannya.

Green SM juga menilai kenyamanan menjadi bagian penting dari layanan. Kendaraan listrik memiliki suara dan getaran yang lebih rendah, sementara perusahaan turut memberikan pelatihan kepada mitra pengemudi terkait keterampilan berkendara, perilaku profesional, dan keselamatan di jalan.

"Dengan memperluas akses terhadap kendaraan listrik, menghadirkan skema biaya yang lebih terjangkau, serta memberikan peluang pendapatan dan dukungan operasional, kami ingin membantu mitra pengemudi membangun mata pencaharian yang lebih berkelanjutan sekaligus berkembang bersama industri mobilitas listrik," pungkasnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com