Chandra Asri Rampungkan Kemitraan Investasi Strategis Proyek CA-EDC, Perkuat Industri Kimia Nasional

Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:43 WIB
Proyek Chlor Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC). (Dok: Chandra Asri)

Suara.com - PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) bersama Danantara Investment Management (DIM) dan Indonesia Investment Authority (INA) menyelesaikan transaksi investasi strategis untuk proyek Chlor Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC). Kemitraan ini menjadi langkah penting Chandra Asri Group dalam memperkuat kapasitas industri kimia domestik, mengurangi ketergantungan impor, serta mendukung agenda hilirisasi Indonesia.

Melalui proyek CA-EDC, Chandra Asri Group akan menjadi penggerak utama pengembangan fasilitas yang dirancang memiliki kapasitas produksi sekitar 400 kilotonnes per annum (KTA) soda kaustik dan 500 KTA ethylene dichloride (EDC). Kedua bahan kimia tersebut merupakan bahan baku penting bagi berbagai sektor manufaktur dan industri hilir.

Peningkatan kapasitas produksi dalam negeri diharapkan dapat memperkuat ketersediaan bahan baku strategis, menghasilkan penghematan devisa, serta mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan impor. Soda kaustik, khususnya, memiliki peran penting dalam rantai industri bauksit dan alumina nasional, seiring meningkatnya kebutuhan bahan kimia untuk mendukung pengembangan industri pengolahan mineral.

Kemitraan ini menggabungkan kapabilitas investasi jangka panjang DIM dan INA dengan pengalaman serta keahlian operasional Chandra Asri Group di sektor industri kimia. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat pasokan bahan baku domestik, tetapi juga meningkatkan kemampuan teknis dan operasional di Indonesia serta mendorong terbentuknya rantai pasok industri yang lebih terintegrasi dan berdaya saing.

Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, mengatakan penyelesaian kemitraan investasi strategis tersebut merupakan langkah penting bagi pengembangan proyek CA-EDC sekaligus menegaskan komitmen perusahaan terhadap penguatan industri nasional.

“Penyelesaian kemitraan investasi strategis ini menandai langkah penting bagi proyek CA-EDC sekaligus menegaskan komitmen kami terhadap pengembangan industri Indonesia. Melalui sinergi antara kemampuan DIM dan INA dalam menyediakan investasi jangka panjang serta pengalaman Chandra Asri Group di sektor industri, proyek ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pasokan bahan kimia strategis bagi industri dalam negeri, mengurangi ketergantungan terhadap impor, serta mendukung agenda hilirisasi Indonesia,” ujar Erwin.

Ia menambahkan, proyek yang ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2027 tersebut juga berpotensi memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Selama tahap konstruksi, proyek CA-EDC diperkirakan menciptakan sekitar 3.000 lapangan kerja, kemudian menyediakan sekitar 250 posisi permanen saat memasuki tahap operasional.

Dari sisi strategis, proyek CA-EDC sejalan dengan agenda hilirisasi nasional yang bertujuan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dan memperdalam rantai pasok industri di dalam negeri. Kebutuhan pasar yang telah terbentuk terhadap soda kaustik dan EDC juga menjadi salah satu landasan komersial bagi pengembangan fasilitas tersebut dalam jangka panjang.

Chief Executive Officer DIM, Pandu Sjahrir, mengatakan investasi ini sejalan dengan upaya mengarahkan modal ke sektor-sektor yang menopang ketahanan ekonomi nasional, dengan tetap mempertimbangkan disiplin komersial.

Sementara itu, Ketua Dewan Direktur INA, Oki Ramadhana, menilai kolaborasi antara INA, DIM, dan Chandra Asri Group menyatukan modal investasi dengan keahlian industri untuk menjawab kebutuhan strategis Indonesia, terutama dalam memperkuat pasokan bahan baku dan mengembangkan industri hilir.

Per September 2026, progres konstruksi proyek CA-EDC telah mencapai sekitar 80 persen. Pekerjaan saat ini mencakup pemasangan peralatan utama serta pengembangan infrastruktur pendukung, seperti dermaga, trestle, dan fasilitas penyimpanan.

Dengan target operasi komersial pada 2027, proyek CA-EDC diharapkan menjadi salah satu pendorong penguatan industri kimia nasional sekaligus memperluas kontribusi Chandra Asri Group dalam membangun ekosistem industri domestik yang lebih mandiri, terintegrasi, dan kompetitif. ***

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com