Modal Asing Kabur dari Indonesia, Rupiah Loyo di hadapan Dolar

Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:30 WIB
Nilai tukar rupiah ditutup melemah ke level Rp17.938 per dolar AS pada Kamis sore, 15 Oktober 2026. [Suara.com/Alfian Winanto]
BACA 10 DETIK
  • Nilai tukar rupiah ditutup melemah ke level Rp17.938 per dolar AS pada Kamis sore, 15 Oktober 2026.
  • Pelemahan rupiah dipicu oleh aksi kaburnya modal asing serta data inflasi Amerika Serikat yang melebihi perkiraan.
  • Kondisi tersebut menyebabkan IHSG anjlok dan rupiah melemah di tengah sebagian besar mata uang Asia yang menguat.

Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus tertekan pada Kamis sore (15/10/2026) di tengah kaburnya modal asing dari Indonesia.

Berdasarkan data Bloomberg Kamis (15/10/2026), rupiah ditutup ke level Rp17.938 per dolar Amerika Serikat, melemah 35 poin atau turun 0,20 persen dibandingkan penutupan sebelumnya Rp17.903.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah disebabkan oleh kaburnya modal asing dari pasar modal Indonesia beberapa waktu terakhir.

"Hal ini mencerminkan sentimen pasar yang masih lemah, sementara tekanan risk-off di pasar domestik dan berlanjutnya aksi jual bersih investor asing masih terus membebani pergerakan rupiah. Ditambah rupiah jug menunggu hasil RDG BI pekan depan yang apabila menaikkan suku bunga, bisa mendukung rupiah," jelasnya.

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG kembali anjlok pada Kamis dan sempat turun lebih dari 2 persen pada Sesi I hari ini. 

Lukman menerangkan pelemahan rupiah juga disebabkan oleh kenaikan inflasi di Amerika Serikat yang lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya.

"Rupiah melemah terhadap dolar AS hari ini walau dolar AS dan imbal hasil US Treasury yang berbalik turun setelah rilis data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan," katanya.

Rupiah melemah ketika sebagian besar mata uang Asia justru menguat. Yang turun antara lain dolar Taiwan dolar  sebesar  0,73 persen, peso Filipina melemah 0,27 persen dan won Korea Selatan anjok 0,31 persen.

Sedangkan baht Thailand menguat 0,47 persen, yen Jepang naik 0,34 persen, dolar Singapura menguat 0,24 persen, rupee India menguat 0,22 persen, ringgit Malaysia menguat 0,06 persen, yuan China menguat 0,058 persen dan Dolar Hong Kong menguat 0,014 persen.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com