Senasib IHSG, Rupiah Juga Ambruk ke Level Rp18.064 Jumat pagi

Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:01 WIB
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
BACA 10 DETIK
  • Nilai tukar rupiah Dibuka merosot tajam ke level Rp18.064 per dolar AS.
  • Pelemahan rupiah dipicu oleh pengumuman opsi penurunan kelas pasar modal dari MSCI serta aksi jual di pasar ekuitas domestik.
  • Faktor eksternal berupa eskalasi politik di Timur Tengah turut memicu pelemahan lanjutan karena melonjaknya harga minyak mentah dunia.

Suara.com - Nasib nilai tukar rupiah sama dengan IHSG yang merosot tajam pada awal perdagangan, Jumat, 16 Oktober 2026. Mata uang garuda pada pagi ini paling anjlok di Asia.

Berdasarkan data Blomberg, rupiah dibuka ke level Rp18.064 dolar AS, melemah 126 poin atau turun 0,70 persen dibandingkan penutupan sebelumnya Rp17.938.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah didorong oleh pengumuman MSCI yang membuka opsi pasar modal Indonesia turun kelas.

Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta [Suara.com/Alfian Winanto]

"Dari domestik, rupiah juga terbebani sell off di pasar ekuitas. Range Rp17.900-Rp18.050. iya maslaah MSCI kembali, BEI sudah trading halt," katanya saat dihubungi Suara.com.

Dia menambahkan pelemahan rupiah ini juga akan berlanjut. Salah satunya, ketegangan politik di Timur Tengah yang terus memanas.  

"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah eskalasi di timteng yang kembali melonjakan harga minyak mentah dunia," jelasnya.

Sementara itu, mayoritas mata uang Asia cenderung melemah. Disusul oleh Dolar Taiwan yang melemah 0,23 persen dan won Korea Selatan juga 0,22 persen.

Beberapa mata uang di Asia Tenggara juga jeblok. Ringgit Malaysia, baht Thailand, dolar Singapura dan peso Filipina juga anjlok.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com