Atasi Risiko Kekeringan, Petani Mulai Manfaatkan Pompa Air Tenaga Surya

Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:19 WIB
Petani memanfaatkan energi surya di lahan Pertanian. [ist].
BACA 10 DETIK
  • Pertamina Patra Niaga menginisiasi program SIUMA di Subak Sembung Denpasar untuk mengoptimalkan irigasi pertanian.
  • Program tersebut mengintegrasikan energi surya dan mikrohidro guna mendukung mekanisasi alat serta penerangan jalan tani.
  • Teknologi energi bersih tersebut akan diperkenalkan kepada delegasi ASCOPE yang dijadwalkan berkunjung pada 28 Oktober 2026.

Suara.com - Para petani mulai memanfaatkan energi surya untuk mendukung pengairan lahan pertanian. Hal ini yang terapkan di lahan pertanian kawasan Subak Sembung, Denpasar Utara, Bal

Teknologi ini mengandalkan pompa bertenaga surya yang dilengkapi sensor kelembapan tanah untuk membantu mengoptimalkan irigasi di lahan pertanian, terutama pada lahan yang rentan mengalami kekeringan.

Teknologi tersebut merupakan bagian dari SIUMA (Suplai Energi Manajemen Irigasi Uma Palak), yang dikembangkan melalui program Uma Palak Lestari oleh Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) Ngurah Rai.

SIUMA menggunakan empat sensor kelembapan tanah untuk memantau empat zona pengairan. Pemanfaatan sensor tersebut ditujukan untuk membantu pengelolaan irigasi agar kebutuhan air di area pertanian dapat dipantau dengan lebih optimal.

Potret Lahan Pertanian (Pexels/Muhammad Yunus)

Program Uma Palak Lestari mengintegrasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) untuk mendukung kebutuhan energi dalam aktivitas pertanian masyarakat.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan pemanfaatan energi bersih di kawasan tersebut diarahkan untuk mendukung produktivitas pertanian sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

"Uma Palak Lestari menunjukkan bagaimana pemanfaatan energi bersih dapat mendukung produktivitas pertanian sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat," ujar Ahad seperti dikutip, Jumat (16/10/2026).

Pemanfaatan energi terbarukan di Subak Sembung tidak hanya terbatas pada pengairan sawah. Energi tersebut juga digunakan untuk mendukung mekanisasi pertanian, antara lain melalui traktor dan mesin perontok padi listrik.

Selain itu, energi bersih dimanfaatkan untuk mendukung operasional mesin selep padi dan pengering gabah. Infrastruktur penerangan Jalan Usaha Tani juga diperkuat melalui pemasangan 43 titik lampu.

Integrasi berbagai teknologi tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kegiatan pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan.

Meski demikian, belum terdapat data kuantitatif mengenai besaran penghematan biaya operasional, penurunan konsumsi air, maupun peningkatan hasil panen dari penerapan teknologi tersebut.

Pemanfaatan energi bersih untuk mendukung pertanian di Subak Sembung juga akan diperkenalkan kepada delegasi ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE) yang dijadwalkan berkunjung pada 28 Oktober 2026.

Kunjungan tersebut diperkirakan dihadiri sekitar 150 peserta dari negara-negara anggota ASEAN. Mereka akan melihat secara langsung penerapan teknologi energi bersih dalam mendukung aktivitas pertanian masyarakat.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com