- Kepuasan terhadap Prabowo anjlok menjadi 44,5% pada Oktober 2026.
- Sebanyak 50,8% warga menilai kondisi ekonomi Indonesia buruk.
- Harga kebutuhan pokok dan keraguan atas program unggulan membayangi pemerintah.
Suara.com - Kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto merosot di tengah meningkatnya pesimisme terhadap kondisi ekonomi Indonesia. Tingginya harga kebutuhan pokok dan keraguan terhadap program unggulan pemerintah menjadi sejumlah persoalan yang membayangi pemerintahannya menjelang dua tahun masa jabatan.
Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dilakukan pada 1–10 Oktober 2026 menunjukkan tingkat kepuasan terhadap Prabowo hanya mencapai 44,5 persen. Angka tersebut merosot tajam dibandingkan 81,2 persen pada November 2025.
Sebaliknya, sebanyak 53,4 persen responden menyatakan kurang puas atau tidak puas terhadap kinerja Prabowo. Survei ini melibatkan 1.213 responden dengan margin of error sekitar 2,9 persen.
Tekanan ekonomi menjadi salah satu sorotan utama. Sebanyak 50,8 persen responden menilai kondisi ekonomi nasional buruk atau sangat buruk. Angka tersebut melonjak dari 22,7 persen pada November 2025.
Tak hanya itu, sebanyak 43,1 persen responden menilai kondisi ekonomi saat ini lebih buruk dibandingkan tahun sebelumnya. Mahalnya harga kebutuhan pokok menjadi persoalan yang paling banyak disorot masyarakat, disusul korupsi dan kemiskinan.
Program unggulan pemerintah juga menghadapi tantangan dalam mempertahankan dukungan publik. Sekitar 62 persen responden menyatakan tidak puas terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), sementara 71,4 persen meragukan keberhasilan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).